oleh

Brigif 8/GC Kodam II Sriwijaya Perkuat Pertahanan Daerah dan Ungkit Perekonomian Masyarakat

Bengkulu, Siberindo.co – Dorongan Pemprov Bengkulu terhadap penguatan kelembagaan TNI-POLRI, khususnya terhadap TNI saat ini mulai terlaksana secara baik. Hal ini dengan dinaikkannya status Tipe TNI di Bengkulu, seperti dengan diresmikannya Brigade Infanteri (Brigif) 8/Garuda Cakti Kodam II/Sriwijaya,  berlokasi di Kelurahan Simpang Guru Agung Kecamatan PUT Kabupaten Rejang Lebong, Rabu (31/03/2021).

Disampaikan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, markas komando Brigif 8/GC di Kabupaten Rejang Lebong, siap beroperasi pada 2021 ini.

Dijelaskan Pangdam II/ Sriwijaya, Markas komando Brigif ini merupakan bentuk komitmen TNI AD untuk membangun kekuatan pertahanan yang lebih baik.

Menurut dia, dengan adanya Markas Komando Brigif 8/GC, akan makin menambah kekuatan pertahanan di wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya.

“Atas nama TNI AD, saya selaku Pangdam II/Sriwijaya sangat berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung rencana penambahan peta kekuatan di wilayah Kodam II/Sriwijaya ini,” jelas Mayjen TNI Agus Suhardi.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Genjot Realisasi Belanja APBD

Dikatakan Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah, selain sebagai upaya meningkatkan pertahanan dan keamanan Bengkulu, keberadaan Brigif 8/ GC Kodam II Sriwijaya juga diyakini memberikan daya ungkit perekonomian khususnya bagi masyarakat setempat.

“Jadi sama-sama kita dukung keberadaan Brigif 8 GC Kodam II Sriwijaya ini, sehingga pertahanan dan keamanan meningkatkan dan secara otomatis juga meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Wagub Rosjonsyah usai hadir pada kesempatan ini.

Baca Juga  Gubernur Rohidin: Lindungi Hak Profesi Dokter Hewan

Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Rejang Lebong, Wagub Bengkulu Rosjonsyah juga hadir di Maki Yonif 144/ Jaya Yudha, Curup Rejang Lebong, memberikan pembekalan kepada personel prajurit Satgas Pamtas RI-MALAYSIA dan Bahan Kontak.

Diketahui sebanyak 450 prajurit TNI ditugaskan menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia selama 9 bulan kedepan.

Komentar

News Feed