Kaur – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu, menggelar Coffee Night bersama Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda di halaman Mapolsek Kaur Selatan, Kamis (10/10/2024) malam. Coffe Night ini, merupakan kegiatan road show SMSI ke daerah-daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada tahun 2024 ini, dalam rangka membangun persepsi bersama menciptakan Pilkada yang damai.
“SMSI sebagai organisasi perusahan pers, mengajak semua stake holder Pilkada, dan masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan Pilkada yang damai. Pilkada yang damai bukan tanpa perdebatan, perdebatan adalah keniscayaan, namun jangan sampai berujung pertengkaran,” ujar Ketua SMSI Bengkulu Wibowo Susilo.
Wibowo juga menyampaikan, SMSI Bengkulu telah berkomitmen untuk mendukung, mendorong dan menyerukan Pilkada damai. Sebelumnya, SMSI telah melakukan audiensi dengan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Anwar, dan bersepakat bersama-sama mencegah dan menangkal hoaks, pemanfaatan isu SARA untuk politik, dan berbagai isu sentimen lainnya yang dapat memecah belah persatuan dalam kehidupan berbangsa.
“SMSI telah berkomitmen sebagai pers Pancasila, artinya, kewajiban moral kami adalah membangun daerah ini dengan bersama-sama stake holder menciptakan Pilkada damai,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda mengatakan, Pelaksanaan pesta demokrasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menjadi tolak ukur kebangkitan ekonomi masyarakat suatu daerah. Dengan Pilkada damai, akan menciptakan suasana yang kondusif dan menjadi daya tarik pengusaha masuk untuk berinvestasi.
Kabupaten Kaur yang selama ini masuk dalam zona merah dalam pelaksanaan Pilkada harus dijawab oleh semua elemen rakyatnya membuktikan bahwa zona merah tidak lagi harus melekat.
Kesepakatan masyarakat Bumi Se’ase Sehijean untuk menciptakan Pilkada yang damai akan menjadi keberhasilan dalam menghapus jejak hitam masa lalu yang kelam.
Oleh karenanya, masyarakat jangan lagi ada upaya melakukan kampanye hitam, menyebar isu SARA, isu sukuisme, menjatuhkan lawan politik dengan cara yang kotor.
“Pilihan boleh beda, tapi semangat NKRI dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika tetal harus terdepan,” pesan Kapolres.
“Berdebat boleh, bertengkar jangan. Jaga persatuan dan kesatuan daerah dengan berbagai macam perbedaan,” pesannya lagi.
Sambung Kapolres Kaur, jangan ada terjadi orang yang sukses menjadi kepala daerah, masyarakat yang putus silaturahmi sesama keluarga. Orang yang berlayar, masyarakat yang mabuk dalam perjalanan, jelas Kapolres.
Hal senada disampaikan oleh Komisioner KPU Kaur, Jailani dan Komisioner Bawaslu Kaur, Titi Firda Kusni yang hadir dalam Coffe Night bertajuk ” Kolaborasi Mengawal Demokras, Wujudkan Pilkada Damai di Kaur”.
Kedua komisioner KPU dan Bawaslu bersepakat untuk bersinergi mewujudkan Pilkada damai di Kabupaten Kaur.
Acara Coffe Night tersebut dihadiri juga oleh Wakapolres Kaur Kompol Indramawan Kusuma Trisna, Kasat Intelkam AKP Ahmad Khairuman, Kapolsek Kaur Selatan, Ketua SMSI Kaur Yusman, juga Sekretaris KPU Kaur.

