Bengkulu, Siberindo.co – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu mencatat sebanyak 129 kecamatan di Bengkulu mengikuti penilaian lomba pilot project tertib administrasi kependudukan (Adminduk).
Kepala Bidang Fasilitasi Pendaftaran Penduduk (Dabduk) Dukcapil Provinsi Bengkulu, Bambang Satrio mengatakan lomba ini sebagai upaya dalam meningkatkan berbagai inovasi pelayanan sekaligus pembentukan kecamatan percontohan tertib Adminduk.
“Tertib adminduk merupakan hal fundamental dalam tata kelola kehidupan bernegara yang patut dipenuhi,” kata Bambang, Kamis (15/9/2022).
Menurutnya Pemerintahan Kecamatan harus mendorong kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan dan mengurusnya sedari awal, termasuk dengan dicanangkannya Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).
“Dengan begitu nanti, kecamatan yang diseleksi dan kami nilai ini akan menjadi satu percontohan kecamatan sadar Adminduk. Artinya di sana semua pelayanan Adminduk terpenuhi dan tingkat masyarakat yang sadar betapa pentingnya data kependudukan telah terpenuhi” terangnya.
Lomba yang diadakan dalam rentang waktu tiga tahun ini melibatkan 129 kecamatan yang dinilai melalui tiga tahapan pula. Di tahun pertama ini, kata Bambang terdapat 30 kecamatan yang terletak di 10 kabupaten/kota yang tengah melalui penilaian awal.
“129 kecamatan itu dinilai selama tiga tahun dengan tahun pertama 30 kecamatan, tahun kedua 50 kecamatan dan tahun ketiga 49 kecamatan. Bulan ini sedang dinilai tahap awal seperti penyampaian indikator penilaian, membina, dan melihat apa adanya terhadap inovasi yang diberikan,” paparnya.
Mulanya, kata dia, Pemerintah Desa merupakan tumpuan awal kaitannya dengan lomba tertib Adminduk. Sehingga diajukan sebanyak tiga desa untuk kemudian diseleksi menjadi satu perwakilan kecamatan yang nantinya akan mewakili dalam lomba di level provinsi.
“Kecamatan inilah yang menjadi pokok penilaian pada lomba ini terkait pengarsipan data penduduk, kepemilikan KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, KI dan data Adminduk lainnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pembinaan penting dilakukan untuk mencapai tingkat tertinggi sebagai pilot project tertib Adminduk. Hal ini mengacu pada pentingnya peran Adminduk agar warga diakui secara negara terhadap penentuan status pribadi dan status hukumnya.
“Oleh karenanya, penting kiranya untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib adminduk sekaligus mengurusnya lebih awal yang ini nantinya juga berguna sebagai syarat pelayanan publik,” ujarnya.
Ia berharap agar kecamatan yang telah terdaftar dalam Lomba Pilot Project Tertib Adminduk dapat mengikuti dan melewati tahap penilaian secara optimal.
“Nantinya akan ada pengharagaan berupa uang pembinaan dan pengembangan pelayanan, juga sertifikat sebagai pengakuan bahwa kecamatan tersebut layak sebagai percontohan di daerahnya masing-masing,” demikian Bambang. (Adv)

