oleh

Vaksinasi Jilid II Untuk ASN

KOTA MANNA – Berakhirnya proses vaksinasi kepada 896 tenaga kesehatan (nakes) ditutup langsung dengan vaksinasi kepada bupati dan unsur forkompinda, sehingga untuk vaksinasi jilid II nanti, bupati berharap para ASN bisa bersiap dan tidak perlu khwatir saat disuntik vaksin sinovac.

Sebanyak 896 nakes telah divaksin tahap II hingga Minggu (21/2/2021), penyuntikan vaksin sinovac tahap II ini merupakan vaksin terakhir kepada para nakes dan unsur forkompinda yang ada di Kabupaten BS.

Hasilnya selama masa vaksinasi tahap pertama tidak ada masalah apapun, tentu ini membuktikan bahwa vaksin sinovac yang selama ini dikawatirkan menimbulkan efek negatif terbantahkan.

BACA JUGA:  Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat, Kakan Kemenag Bengkulu Utara: Rotasi Adalah Hal Biasa

Bupati terpilih Gusnan Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan dirinya sejak pertama disuntik vaksin sinovac tidak ada dampak negatif yang dirasakan, maka ke depan para ASN harus bersiap dan tidak perlu ragu untuk disuntik vaksin.

“Sejak vaksin tahap I hingga kedua tidak ada efek yang dirasakan seperti sakit atau apapun. Jadi ini membuktian bahwa vaksin ini benar-benar aman,” cetus Gusnan usai menjalani vaksin tahap II, seperti dilansir dari rakyatbengkulu.com.

Selain itu, ia berharap para ASN harus bersiap karena tidak ada alasan jika dalam kondisi sehat untuk menolak divaksin, sebab pemerintah tidak akan mungkin menjerumuskan warganya sendiri.

BACA JUGA:  Diselimuti Awan Mendung Kakanwil Kemenag Awali Pembangunan Gedung Asrama MAN IC Benteng

Sementara itu Kabid P2P Dinkes BS Elfa Sari, M.Kes mengaku, vaksinasi terhadap para nakes telah dilakukan. Meskipun diungkapkan Elfa dari sasaran 1.540 nakes hanya bisa dilakukan 896. Hal ini diungkapkan Elfa lantaran ada beberapa nakes yang tidak bisa disuntik karena berbagai alasan mulai dari ada penyakit penyerta hingga ada yang menolak dengan membuar surat pernyataan.

BACA JUGA:  Dibawah Binaan Humas dan IRO, Wirausaha Mahasiswa IAIN Bengkulu Tembus 6 Juta Perbulan

Kendari demikian Elfa menyebutkan hal demikian tidak mengganggu ataupun menghambat untuk proses vaksinasi yang akan datang.

Untuk tahap selanjutnya, Elfa menerangkan pihak vaksinator selalu siap untuk memberikan suntik vaksin. Apalagi target selanjutnya para ASN. Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima jadwal selanjutnya dari pemerintah pusat ataupun Dinkes Provinsi terkait vaksinasi.

“Vaksinator selalu siap, para nakes juga telah dilakukan vaksin artinya tidak ada kendala untuk memberikan vaksin pada masyarakat apabila sudah ada perintah dari pemerintah pusat nantinya,” ujar Elfa. (*/cr1)

Komentar

News Feed