oleh

Menganggu Pengguna Jalan dan Saluran Irigasi Tersumbat, Komisi III DPRD Sidak Pengerukan Tanah Proyek Tebat Gelumpai

Bengkulu, Siberindo.co – Menyikapi penyebab jalan becek dan berdebu di tebing lubuk manau akibat pengerukan tanah untuk pengerjaan proyek Revitalasi Situ Tebat Gelumpai yang sumber dananya dari dana APBN sebesar Rp.3.428.800 Milyar. Proyek ini, di kerjakan oleh PT Baragalu Tias Jaya yang mendapat sorotan dari Komisi III DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan.

Menyikapi hal tersebut, 3 orang anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu Holman SE, Siptin Gunawan dan Herian Jauhari langsung melakukan peninjauan lokasi tempat pengerukan tanah proyek Tebat Gelumbai.

Dikatakan Holman SE kami sangat menyayangkan pengerukan tanah tersebut yang menggangu pengguna jalan, jalan ini merupakan jalan nasional dan juga yang menikmati jalan tersebut bukan hanya masyarakat Bengkulu Selatan, kami lihat di lapangan bahwa dampak dari pengerukan tersebut akan mengakibatkan bahaya untuk pengguna jalan.

“Kami harapkan kepada pihak kontraktor harus bertanggung jawab apabila terjadi apa – apa kepada pengguna jalan seperti kecelakaan dan hal – hal lainya,”tegas Holman.

Baca Juga  Kepsek di Bengkulu Utara Gadaikan Mobil

Sambung Holman, sekali lagi kami tegaskan kepada pihak kontraktor untuk membersihkan tanah yang mengganggu jalan agar tidak terjadi apa – apa terhadap pengguna jalan.

Sementara itu, Aslihin warga setempat mengeluhkan dari akibat pengerukan tanah tersebut, karena membuat tanahnya tergerus akibat sumbatnya irigasi yang tertimbun tanah.

“Sebelum ada pengerukan tahan tersebut, apabila hujan air tersebut tidak pernah masuk ke samping rumah saya yang mengakibatkan tanah samping rumah saya ikut tergerus, karena sebelumnya irigasi dekat pengerukan masih lancar dan tidak tertutup tanah, namun sekarang air tersebut masuk ke samping rumah kami dikarenakan saluran irigasi tertutup, ” kata Aslihin.

Baca Juga  Cipkon Kondusif di Wilkum, Polsek Muara Sahung Patroli KRYD Sampaikan Imbauan Kamtibmas 

Bengkulutoday.com

Komentar

News Feed