oleh

Argumen Henry Keluar dari Pertanyaan Panelis, Santoso : ‘Saya Harap Fokus Pertanyaan, Jangan Tebar Pesona Saja’

Calon Walikota Blitar Henry Pradipta Anwar diingatkan Calon Walikota Blitar Santoso ketika berdebat di sekmen kedua untuk fokus pertanyaan Panelis yang dibacakan pembawa acara dalam Debat Publik ke 3, karena penjelasan Henry keluar dari pertanyaan.

“Saya berharap kepada paslon 01 untuk lebih fokus kepada pertanyaan. Jadi gaada relevansinya antara jas yang dipakai dengan persoalan saat ini. Jangan tebar pesona saja,” cuplikan ucapan Santoso saat prosesi debat di sekmen kedua tengah berlangsung, Selasa (24/11/2020).

Diketahui, sekmen kedua itu Panelis memberikan tiga pertanyaan dalam Sub Tema Kajian Bidang Usaha Mikro. Pertanyaannya, Apa persoalan UMKM atau Koperasi selama pandemi, ada berapa UMKM yang terpuruk saat pandemi dan bagaimana strategi membangun kembali UMKM pasca pandemi.

Baca Juga  Pemkot Blitar Tutup Sementara Sejumlah Tempat Wisata Hingga Ubah Jam Operasional Kafe

Henry menjawab pertanyaan Panelis itu dengan berargumen ingin membeli produk UMKM lokal, dan ia justru lebih memilih mengkritisi kendala Disperindag yang belum mencairkan sebuah bantuan. Bahkan, Henry sempat berujar paslon 02 gerah badan karena pakai jas dikala AC ruang debat sempat mati.

Menanggapi argumentasi Henry itu, Santoso sontak mengingatkannya supaya tidak selalu keluar dari pertanyaan Panelis. Santoso berpandangan, kondisi riil pelaku UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kota Blitar yang terdampak pandemi Covid-19 terdapat sekitar 2.500. Untuk kembali menghidupkan UMKM dan PK5 di pandemi Covid-19, Santoso berkebijakan untuk memberikan bantuan modal dan/atau bantuan sosial guna menggairahkan lagi kegiatan usaha PK5 dan UMKM.

Baca Juga  Polri Percantik Bandara Soetta dengan Lukisan Karya Para Difabel

“Kondisi riil disaat koperasi kita dilanda pandemi Covid. Dari jumlah data yang kami verifikasi, ada sekitar 2.500 pelaku UMKM maupun PK5 dibawah binaan koperasi. Kita sudah transfer ke Disperindag tapi dinas ini bagaimana bisa segera menyampaikan. Kita berfikir disaat masyarakat dihadapkan Covid ini, bantuan modal sudah kita rencanakan dari hasil realokasi dan refocusing yang akhirnya kita memberikan bantuan sebesar 600 ribu setiap PK5 maupun UMKM,” jelas Santoso.

Baca Juga  76 UMKM Kabupaten Blitar Semarakkan Pameran Virtual UMKM Expo 2020

Dikatakannya, pihaknya ketika masih menjabat Walikota juga sudah menginstruksikan Disperindag supaya penyaluran bantuannya melalui Bank Arta Praja Pemkot Blitar supaya tidak ada pungutan liar. Pembinaan kepada Disperindag, juga selalu dilakukan demi mempercepat bantuan kepada pelaku perdagangan.

(Pewarta : Faisal NR)

Komentar

News Feed