oleh

Pasca Bom Bunuh Diri, NU Bengkulu Kecam Aksi Teror di Mabes Polri

Bengkulu, Siberindo.co – Aksi teror di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) mendapat kecamatan dari Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bengkulu Dr H Zulkarnain Dali M. Pd. Dalam keterangannya, Zulkarnain Dali mengatakan, aksi tersebut merupakan aksi terorisme yang harus dilawan bersama.

“Aksi terorisme harus dilawan dengan bersatu saling menjaga, saling waspada, jangan panik. Sebagai bangsa yang sudah teruji menghadapi aksi teror, maka kita percayakan kepada Polri untuk mengungkapnya,” kata Zulkaranian Dali, Kamis (1/4/2021).

“Saya menghimbau kepada seluruh mayarakat Bengkulu khususnya masyarakat Nahdlatul ulama dan masyarakat umat beragama lainnya untuk tetap waspada dan selalu menjaga keamanan, serta tidak perlu panik atas kejadian tersebut serahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga  Satgas Preemtif Operasi Zebra Nala 2020 oleh Satlantas Polres Bengkulu

Zulkarnain Dali menambahkan agar masyarakat menjaga toleransi antar umat merupakan jalan untuk mencapai perdamaian hidup rukun antar sesama umat beragama. Tidak ada satu agamapun yang membenarkan aksi kekerasan seperti teror yang terjadi dalam beberapa hari ini di Indonesia.

“Semoga Indonesia tetap damai dalam bingkai toleransi antar umat beragama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mabes Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA.

“Bermana ZA (25), alamat di jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan face recognatiion, sesuai,” kata Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga  Polisi Imbau Masyarakat Papua Tidak Takut Dengan Gangguan KKB

Listyo Sigit menjelaskan, wanita tersebut masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri.

“Oleh anggota ditunjukan. Namun kemudian yang bersangkutan kembali melakukan penyerangan yang ada di pos jaga,” tandas Kapolri.

Adapun ZA, merupakan lone wolf yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini terbukti dari hasil profiling di media sosialnya didapati tulisan-tulisan yang terkait dengan perjuangan jihad. Bahkan, sebelum melancarkan aksi penyerangan, ZA memposting di akun Instagram bendera ISIS.

“Yang bersangkutan ini adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi ISIS. Yang dibuktikan postingan yang bersangkutan di media soaial, yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Dimana di dalamnya ada bendera ISIS,” ungkap Kapolri.

Baca Juga  Musrenbang 2021 Bengkulu Tengah Berakhir di Kecamatan Semidang Langan

Pelaku juga diketahui merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun Drop Out pada semester lima perkuliahan. Saat melakukan penggeledahan di kediamannya, Densus menemukan sepucuk surat wasiat yang ditujukan kepada orang tua pelaku.

“Ditemukan di rumahnya surat wasiat, dan ada kata-kata di WAG keluarga, kalau yang bersangkutan akan pamit,” beber Kapolri.

Atas kejadian ini, Kapolri meminta agar jajaranya tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat namun meningkatkan pengamanan di seluruh tingkatan.

“Tingkatkan keamanan di markas komando maupun yg bertugas di lapangan,” pungkas Kapolri.

Bengkulutoday.com

Komentar

News Feed