oleh

Kakanwil: Gerakan Pramuka Madrasah 2026 Cetak Generasi Berkarakter dan Cinta Tanah Air

BENGKULU.SIBERINDO.CO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., secara resmi menutup kegiatan Orientasi Gerakan Pramuka Madrasah Tahun 2026 yang berlangsung di Bromo Hall, Wilo Hotel, Kota Bengkulu, Rabu (29/7). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian orientasi yang diikuti para pembina Pramuka madrasah se-Provinsi Bengkulu yang terbagi dalam 11 angkatan.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan visi pendidikan Kementerian Agama. Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan dalam kepramukaan selaras dengan upaya Kementerian Agama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam karakter.

“Pramuka mengajarkan kemandirian, kecakapan hidup, tanggung jawab, kepemimpinan, disiplin, hingga penguatan nilai-nilai agama. Semua itu sejalan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang sedang dikembangkan Kementerian Agama,” ujar Saefudin.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Yang lebih penting adalah membentuk manusia yang memiliki jati diri, akhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Baca Juga  Di Tengah Pandemi Covid-19, Indonesia Tetap Layani Kegiatan Ekspor

“Yang membuat seseorang bernilai adalah jati dirinya. Yang membuat kita berharga adalah sejauh mana kita mampu memberikan dampak dan kemaslahatan bagi orang lain. Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus mengutamakan pembentukan akhlak dan moral. Salah satu ruang terbaik untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah melalui kegiatan kepramukaan,” tegasnya.

 

Kakanwil juga mengingatkan seluruh peserta agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama orientasi tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Para pembina diminta menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan pengetahuan tersebut kepada seluruh Gugus Depan di madrasah masing-masing.

“Sepulang dari orientasi ini, Bapak dan Ibu memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan ilmu, pengalaman, dan semangat yang telah diperoleh kepada peserta didik serta seluruh unsur kepramukaan di madrasah. Jadikan orientasi ini sebagai awal lahirnya pembinaan Pramuka yang semakin berkualitas di setiap madrasah,” pesannya.

Baca Juga  DPUPR Kota Bengkulu Mulai Garap Perbaikan Jalan Regional Air Sebakul

Lebih lanjut, Saefudin menekankan bahwa tujuan utama Gerakan Pramuka sejak didirikan adalah membentuk generasi yang memiliki kecintaan terhadap tanah air. Nilai tersebut, menurutnya, juga merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan.

“Nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari moderasi beragama. Karena itu, pendidikan kepramukaan menjadi media yang sangat strategis untuk menanamkan semangat kebangsaan sekaligus memperkuat karakter generasi muda,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kakanwil juga mengajak seluruh pembina untuk terus meningkatkan kualitas madrasah sehingga semakin menjadi pilihan utama masyarakat. Menurutnya, madrasah memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak lembaga pendidikan lainnya, yakni kemampuan mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembentukan religiusitas dan karakter.

“Di tengah tantangan zaman, masih ada anggapan bahwa sekolah berbasis agama identik dengan hafalan dan pembelajaran yang berat. Paradigma ini harus kita ubah. Madrasah justru memiliki keunggulan dalam membentuk generasi yang cerdas, religius, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Baca Juga  POPDA 2022, 90 Atlet Pelajar Seluma Didaftarkan ke Tingkat Provinsi Bengkulu

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Hamadani, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Orientasi Gerakan Pramuka Madrasah Tahun 2026 diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas para pembina Pramuka madrasah agar mampu mengelola kegiatan kepramukaan secara lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan dalam sebelas angkatan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan materi mengenai kebijakan kepramukaan madrasah, metode pembinaan, penguatan karakter, hingga implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan kepramukaan.

Dengan berakhirnya orientasi ini, diharapkan para pembina mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran di madrasah masing-masing sehingga Gerakan Pramuka semakin menjadi wahana pembentukan generasi muda yang mandiri, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

News Feed