oleh

Seluruh Elemen Bergerak, Pemprov Bengkulu Optimis Ekonomi Bengkulu Pulih di 2021

Bengkulu, Siberindo.co – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah meminta seluruh elemen baik pemerintah, swasta dan masyarakat untuk optimis bergerak terhadap pemulihan ekonomi nasional, khususnya pemulihan ekonomi Bengkulu di 2021 pasca pandemi Covid-19 yang sangat berdampak buruk terhadap geliat perekonomian sepanjang 2020.

“Dari pemaparan yang disampaikan Bank Indonesia (BI) Perwilan Bengkulu terhadap kondisi ekonomi kita tadi, pemerintah optimis di 2021 ekonomi Bengkulu akan semakin pulih dan bangkit,” ungkap Plt Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah usai mengikuti Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2020 Secara Virtual Meeting, di Ruang Pertemuan salah satu Hotel di kawasan Tanah Patah Kota Bengkulu, Kamis (03/12).

Lanjut Dedy Ermansyah, pemulihan ekonomi ini tentunya harus dilakukan secara bersama dengan optimalisasi koordinasi dan sinergi antar pihak, terutama dari para pelaku ekonomi, perbankan dan pemerintah daerah serta pusat.

“Ini tentunya kita juga berharap kerjasama teman-teman jasa keuangan, perbuangan dan para pihak lainnya, untuk bersama-sama meningkatkan perekonomian Provinsi Bengkulu,” imbuhnya.

Selain itu dikatakan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019 ini, dalam jangka pendek, optimalisasi anggaran untuk mengedepankan program-program dalam upaya menjaga daya beli dan produktivitas masyarakat, termasuk UMKM serta terus meningkatkan iklim usaha dan investasi yang sehat merupakan hal yang penting.

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Launching Aplikasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Di samping itu, dalam jangka panjang, perbaikan fundamental ekonomi perlu terus dilakukan, agar perekonomian tidak hanya bertumpu pada komoditas barang mentah, melainkan harus bergerak menuju ke arah industri hilir, dengan dukungan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan serta perbaikan kualitas infrastruktur.

“Tak lupa kita juga harus memperkuat ekonomi kerakyatan demi menjaga tingkat konsumsi masyarakat, sehingga minimal stabil bukan justru menurun,” pungkas Dedy.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Perwakilan BI Bengkulu Joni Marsius. Menurutnya pemerintah dan masyarakat harus optimis karena dunia optimis untuk pulih dalam sektor perekonomian.

Selain itu optmistis ini juga karena saat ini masyarakat di Indonesia, termasuk di Bengkulu akan mendapatkan perlindungan dari Covid-19 dengan dilaksanakannya vaksinasi covid-19, yang rencananya akan dilansanakan secara keseluruhan pada awal 2021 mendatang.

“Optimis kita juga karena di 2021 vaksin Covid-19 sudah mulai digunakan. Jadi seperti yang disampaikan Gubernur BI tadi, vaksin itu akan didistribusikan kepada sektor-sektor produktif yang sumbangsihnya pada perekonomian sekitar 40 persen,” jelas Joni Marsius.

Data BI Perwakilan Bengkulu menyebutkan, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian yang terasa pada triwulan kedua, sehingga menyebabkan perekonomian Bengkulu mengalami kontraksi sangat berat.

Namun secercah harapan muncul pada triwulan ketiga 2020 ini, perekonomian kembali menguat menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu. Hal ini lantaran telah dilaksanakannya upaya semua pihak diantaranya dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), melalui Jaring Pengaman Sosial, kebijakan realokasi anggaran pemerintah, proyek infrastruktur yang masih berjalan serta mulai membaiknya permintaan ekspor yang menjadi penahan utama kontraksi yang lebih dalam, meski belum mampu mendorong menigkatnya konsumsi masyarakat Bengkulu.

Baca Juga  KPK Dorong Penertiban PSU, Pemprov Bengkulu akan Segera Tindaklanjuti

Lanjut Joni Marsius, tertekannya perekonomian global dan nasional sebagai dampak dari pandemi COVID-19, mengakibatkan kondisi ekonomi Bengkulu juga diprakirakan tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di tengah dinamika yang ada, perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan IV 2020 diprakirakan tumbuh membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, sejalan dengan kondisi ekonomi yang berangsur membaik. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi terutama akan digerakkan oleh konsumsi pemerintah, sejalan dengan realisasi anggaran pada masa akhir tahun. Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh LU pertanian, kehutanan, dan perikanan sejalan dengan membaiknya prospek CPO.

Sejalan dengan prospek perekonomian global dan nasional yang diproyeksikan melambat, kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu untuk keseluruhan tahun 2020 juga diprakirakan lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2019. Dampak dari terjadinya pandemi Covid-19 telah meluas ke berbagai aspek ekonomi, sehingga mengakibatkan kinerja perekonomian terganggu.

Mengamati berbagai indikator yang ada, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada tahun 2020 terutama akan digerakkan oleh konsumsi swasta dan pemerintah, di tengah tertekannya kinerja investasi dan ekspor. Dari sisi lapangan usaha, dorongan pertumbuhan ekonomi terutama akan bersumber dari lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan.

Baca Juga  Antisipasi 3C, Polsek Sindang Kelingi Patroli Rutin

Sementara itu, dari sisi tekanan harga, stabilitas harga barang dan jasa di Provinsi Bengkulu diprakirakan tetap terjaga. Pada triwulan IV 2020, diprakirakan aktivitas masyarakat berangsur pulih, sehingga akan mendorong tumbuhnya konsumsi masyarakat.

Namun demikian, tetap terjaganya pasokan pangan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat, diprakirakan tidak akan menimbulkan tekanan yang berlebih terhadap kestabilan harga. Selain itu, koordinasi yang intensif antara Bank Indonesia dengan seluruh pemerintahan di lingkup Provinsi Bengkulu melalui TPID terus dilakukan untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi.

“Secara keseluruhan tahun, tekanan inflasi di Provinsi Bengkulu pada tahun 2020 diprakirakan lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan sebelumnya, namun tetap akan mendukung sasaran inflasi nasional 3±1%. Belum solidnya kinerja ekonomi karena adanya pandemi Covid-19 telah mengakibatkan turunnya aktivitas dunia usaha,” papar Joni Marsius.

Hal tersebut kemudian berdampak pada tingkat pendapatan dan menurunnya konsumsi masyarakat, sehingga mengurangi tekanan terhadap stabilitas harga dari sisi permintaan. Selain itu masih dibatasinya aktivitas masyarakat yang bersifat keramaian, turut berkontribusi dalam menahan laju permintaan masyarakat.

Dutawarta.com

Komentar

News Feed