oleh

Vaksin Data Mencegah Imun Data

Bengkulu, Siberindo.co – Kata “vaksin” semakin sering disebut sejak Pandemik Covid-19 melanda. Vaksin secara harfiah adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Akan tetapi, dalam Vaksin Data hal ini memiliki arti lain. Vaksin di sini merupakan singkatan dari Varian Konsultasi Statistik dan Desain Data.

Hal ini merupakan salah satu inovasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Utara. Ide ini dicetuskan oleh Kepala BPS Bengkulu Utara, Bapak Ir. Marwansyah, dalam upaya mensosialisasikan statistik kepada masyarakat. Kegiatan Vaksin Data ini diselenggarakan pada tanggal 4-8 Oktober 2021. Ada banyak kegiatan yang dilaksanakan dalam Vaksin Data ini yaitu launching booklet potensi desa terupdate, launching statistik daerah kabupaten Bengkulu utara, konsultasi pembuatan infografis, dan konsultasi statistik. Vaksin secara harfiah merupakan upaya pencegahan primer dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

Cara kerjanya yaitu dengan membentuk imun (antibodi) dalam tubuh. Sebaliknya, hal ini berbeda dengan Vaksin Data. Vaksin data justru merupakan bentuk pencegahan agar masyarakat tidak “imun data”. Imun data maksudnya adalah masyarakat tidak tahu apalagi paham dan acuh terhadap data. Padahal data yang berkualitas menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat. Apabila masyarakat dan khususnya dinas/instansi pemerintah acuh dan tidak paham data maka akan berisiko menjadikan data yang ada menjadi tidak berkualitas. Apabila data tidak berkualitas maka akan berdampak pada kebijakan yang diambil kurang tepat sehingga menghambat pembangunan Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pembina data terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kualitas data. Salah satu upayanya yaitu dengan mensosialisasikan data ke segala pihak baik masyarakat umum maupun dinas/instansi pemerintah. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh BPS Kabupaten Bengkulu Utara khususnya, seperti pembinaan statistik sektoral di berbagai dinas dan vaksin data.

Baca Juga  Usulan Pelebaran Jalan Disetujui, Bupati : Masyarakat Harap Jangan Tuntut Ganti Rugi

Harapannya BPS tidak hanya menstatistikkan masyarakat, tetapi juga memasyarakatkan statistik. Apabila masyarakat sudah paham akan pentingnya data, diharapkan masyarakatkan mau berpartisipasi dalam pengumpulan data di lapangan. Tidak hanya itu, apabila masyarakat lebih melek data, maka masyarakat tidak akan mudah termakan hoax.

Masyarakat tidak akan langsung percaya dengan berita yang beredar, melainkan meng-crosscheck terlebih dahulu dengan data yang ada sehingga tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Tanggung jawab akan data berkualitas sebenarnya tidak hanya dipikul oleh Badan Pusat Statistik. Partisipasi dan dukungan masyarakat pun diperlukan. Butuh kesadaran penuh dari masyarakat untuk mau disurvei atau sensus dan memberikan data sesuai keadaan yang sebenarnya. Masyrakat tidak perlu takut memberikan data yang sebenarnya karena dijamin kerahasiannya oleh Undang-Undang. Apabila masyarakat sebagai responden tidak memberikan data yang sebenarnya maka data yang terpotret pun ikut salah.

Baca Juga  Bawa Sabu, Pria Ulok Kupai Ditangkap Polisi

Dari unit terkecil yaitu individu masyarakat (responden) akan bisa berdampak jauh kepada negara ini. Berawal dari responden yang jujur, petugas survei yang profesional, integritas dan amanah maka data yang dihasilkan semakin berkualitas. Bila data yang dimiliki sudah berkualitas maka kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia.

(Nelse Trivianita, SST – Penanggung Jawab Fungsi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Bengkulu Utara)

Bengkulutoday.com

Komentar

News Feed