Bengkulu, Siberindo.co – Dalam keterangan Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, Inflasi di Bulan Agustus lalu kenaikan komoditas beras mendorong inflasi. Di ikuti oleh komoditas sayuran bayam hingga tarif kendaraan travel. Dengan melihat ini, pihaknya meminta agar pemerintah daerah dapat mewaspadai kenaikan harga bahan pokok tersebut.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan pada bulan Agustus 2022, Kota Bengkulu mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 90 kota di Indonesia, 11 kota mengalami inflasi, 79 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,82 persen dan terendah di Bekasi sebesar 0,12 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen dan terendah di Depok dan Kediri sebesar 0,01 persen.
“Untuk inflasi sebesar 0,03 persen ini diberikan oleh komoditas beras, sedangkan sebaliknya untuk angkutan udara dan cabai merah menurun ini pada bulan agustus. Karena belum ada kenaikan BBM,” ujarnya Selasa (6/9).
Win Rizal menambahkan, kemungkinan inflasi dapat terjadi disektor angkutan darat, pasalnya pemerintah pusat telah mengumumkan secara resmi kenaikan harga minyak BBM.
“Kita lihat nanti pada bulan depan, karena ada kenaikan harga maka akan di ikuti persentasi kenaikan nya,” tambahnya.
NTP Provinsi Bengkulu Agustus 2022 sebesar 122,90 atau naik 11,29 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Peningkatan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 10,26 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,93 persen.
“Sedangkan untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Bengkulu pada Juli 2022 tercatat 41,92 persen, meningkat 2,25 poin dibandingkan TPK hotel pada Juni 2022 yang tercatat sebesar 39,67 persen. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2021, TPK hotel berbintang juga meningkat sebesar 17,31 poin,” katanya.
Selain itu untuk, jumlah lalu lintas angkutan laut di Provinsi Bengkulu pada Juli 2022 tercatat sebanyak 103 kapal, naik sebesar 7,29 persen dibandingkan dengan lalu lintas angkutan laut pada Juni 2022 yang tercatat 96 kapal. (***)










