Setelah berhasil mempromosikan Selat Valantine masuk nominasi 18 besar katagori ‘Surga Tersembunyi’ pada Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 di Jakarta. Tidak merasa puas dengan semua itu,Tiakoly kembali mempromosikan objek – objek destinasi wisata yang ada di Kabupaten SBB.
Dengan menjabat sebagai Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat Yusnita Tiakoly terus melakukan terobosan – terobosan baru semua dilakukannya untuk mempromosikan semua Destinasi Wisata unggulan,baik dilaut dan didarat yang ada di Bumi Saka Mese Nusa.
Dengan kegigihan dan talenta yang dimilikinya, Tiakoly yang juga mantan wartawan media Expresi Maluku mendatangkan Ceo API ke Kabupaten Seram Bagian Barat tepatnya di Pulau Osi untuk melakukan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata bersama para pengelola tempat Wisata yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat. Dengan tema” Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Dalam Tatakelola Destinasi dan Kunjungan Wisata di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kata Tiakoly, ini sebuah tantangan yang berat dengan dilakukannya pelatihan destinasi wisata langsung di tempat wisata dengan tujuan mempromosikan tempat wisata. Destinasi wisata yang kita dimiliki saat ini belum memiliki spot – spot yang menarik untuk memikat para wisatawan.
“Untuk menarik dan memikat para wisatawan, bagaimana kita menata spot – spot destinasi wisata dipulau Osi, dan objek – objek wisata yang ada terus dipromosikannya”, ungkap Tiakoly.
Ditambahkannya, pelatihan yang dilaksanakanbertujuan untuk meningkatkan wawasan sumber daya manusia soal pariwisata tentang arah kebijakan umum pembangunan kepariwisataan itu sendiri.Dan meningkatkan pemahaman tentang sapta pesona serta meningkatkan pengetahuan dalam tata kelola destinasi pariwisata di objek-objek wisata di Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Ini perlu kita lakukan bagi masyarakat yang mengelola objek wisata, atau kelompok sadar wisata. Sehingga dengan diberikannya pelatihan tersebut dapat membantu baik itu masyarakat atau desa yang mengelola wisata dapat memahami tata kelola pariwisata serta kontribusi nya untuk perekonomian”, ujar Tiakoly.
(Pewarta: Ge Kakisina)









Komentar