oleh

Masyarakat Diminta Selektif Dalam Memilih Calon Kelapa Daerah

Dalam Pilkada serentak tahun 2020, masyarakat harus dapat selektif sebelum memilih calon kepala daerah (cakada). Mengingat kepala daerah yang terpilih di Pilkada 2015, ada 14 bupati/Walikota yang ditangkap KPK.

Kepala daerah yang terakhir kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK adalah Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, pada 7 Januari 2020 atas dugaan kasus korupsi pengadaan barang dan jasa.

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Andy Firasadi mengatakan, dalam coblosan 9 Desember 2020, diharapkan masyarakat yang memiliki hak pilih tidak salah menetunkan pasangan calon kepala daerah. Untuk itu, masyarakat harus benar-benar melihat rekam jejak cakada tersebut.

Baca Juga  Polri Campus Creator Competition 2023 Jadi Ajang Generasi Muda Berkreasi

“Masyarakat Jangan sampai salah pilih. Karena pengalaman 2015 kemarin, sebanyak 14 kepala daerah yang ditangkap KPK,” pinta Andy, dikonfirmasi, Kamis 5 November 2020.

Andy tak memungkiri masyarakat saat ini masih kecewa karena banyak bupati/walikota yang tersandung masalah hukum. Apalagi di tengah pandemi covid-19, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi
tingkat kehadiran di TPS. Untuk itu, dewan masyarakat harus tetap menggunakan hak pilihnya.

“Jadi, masyarakat harus benar-benar melihat rekam jejak para calon kepala daerahnya masing-masing,” paparnya.

Baca Juga  SMSI Usul Organisasi Konstituen Punya Keterwakilan di Dewan Pers

Politisi asal PDIP, dalam Pilkada 2020, KPU menargetkan partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen. Target ini tergolong kecil jika dibandingkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019, yakni mencapai 81 persen.

“Di tengah pandemi ini masyarakat jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnya. Pemerintah sudah penerapan protokol kesehatan sehingga kesembuhan pasien di Jatim tinggi melebihi nasional,” pungkasnya.

Berikut 14 kepala daerah di Jatim yang terjaring KPK sejak 2014 hingga 2020:

1. Almarhum Fuad Amin (Bupati Bangkalan)
2. Achmad Syafii (Bupati Pamekasan)
3. Bambang Irianto (Wali Kota Madiun)
4. Taufiqurrahman (Bupati Nganjuk)
5. Eddi Rumpoko (Wali Kota Batu)
6. Mas’ud Yunus (Wali Kota Mojokerto)
7. Mustafa Kamal Pasha (Bupati Mojokerto)
8. Nyono Suharli (Bupati Jombang)
9. Mochammad Anton (Wali Kota Malang)
10. Muhammad Samanhudi Anwar (Wali Kota Blitar)
11. Syahri Mulyo (Bupati Tulungagung)
12. Setiyono (Wali Kota Pasuruan)
13. Rendra Kresna (Bupati Malang)
14. Saiful Ilah (Bupati Sidoarjo)

Baca Juga  Cek Kesiapan Pengamanan Pilkada 2020, Tim Was Ops Itwasum Polri Kunjungi Polres Seluma

(Pewarta : Supra)

Komentar

News Feed