Buruknya pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang diberikan pihak puskesmas Tahalupu Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat yang dinahkodai Hani Nurlette membuat anggota Dewan Pembina Pimpinan Pusat Pergerakan Mahasiswa Kesehatan Maluku (DPP PMKM) Hasan Hermanses angkat bicara.
Pasalnya, salah satu pasien asal Tahalupu yang mengalami pendarahan terjadi pada, Rabu (4/11/2020) ditolak untuk dirawatoleh tenaga medis pada puskesmas Tahalupu, yang viral dimedia sosial saat ini,
Akun FB Umasugi Saidin dengan status yang ditulisnya pada grup menjaring Bupati SBB yakni “Bahaya Puskesmas Tahalupu Tidak Bisa Rawat Pasien Perdarahan, Dipaksakan Keluarga Pasien Untuk Menandatangani Surat Penolakan Tindakan Medis Luar Biasa ” tulisnya.
Dengan adanya masalah ini, anggota DPP PMKM Hasan Hermanses mendesak Bupati SBB Moh Yasin Payapo untuk segera mencopot Hani Nurlette dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Tahalupu karena dinilai gagal sebagai pemimpin dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tahalupu.
“Ini satu dari sekian potret kebobrokan manajemen puskesmas Tahalupu dalam melayani pasiennya, apalagi pasien pendarahan, untuk itu dengan tegas saya mendesak Bupati SBB segera copot Kepala Puskesmas Tahalupu dari jabatannya” tegas Hermanses.
Ditambahkannya, untuk tidak ada kasus seperti yang dialami Dewi Tanagera pasien pendarahan yang ditolak dirawat oleh tenaga medis ini sangat buruk, dan merusak citra tenaga medis dan puskesmas itu sendiri di mata masyarakat Tahalupu. Dan sangat disesalkan saat kejadian ini terjadi kepala puskesmas tidak berada ditempat tugas, dan memilih berada diluar wilayah kerjanya.
“Seharusnya Kepala Puskesmas berada di tempat tugasnya, bukan mengabaikan tanggungjawabnya apalagi ini soal kesehatan masyarakat. Dan sebelumnya banyak terdapat kasus seperti Dewi Tanagera, Bupati SBB harus segera bertindak tegas untuk mencopot Hani Nurlette dari jabatannya”, pungkas Hermanses.
(Pewarta : SBR)









Komentar