Bengkulu, Siberindo.co – Rabu 7/9/2022 ketua DPRD Bengkulu Selatan Barli Halim SE terkesan melakukan tindakan yang kurang mengenakan terhadap awak media yang ingin meliput kegiatan hearing masa demo yang menolak kenaikan BBM bersama anggota DPRD Bengkulu Selatan.
Politisi PDI Perjuangan itu hanya mengizinkan wartawan mengambil foto sebelum hearing dimulai, tidak mengizinkan wartawan mengikuti jalannya hearing.
“Para awak media silahkan ambil gambar dulu,Setelah itu mohon tunggu di luar,karena hearing ini dilaksanakan tertutup,” ungkap Barli Halim di mikrofon ruangan rapat kerja.
Pengusiran oleh Ketua DPRD membuat wartawan yang hendak meliput hearing peserta aksi dengan DPRD kecewa. Para wartawan menilai Ketua DPRD tidak transparan dan terkesan tidak memahami aturan berdemokrasi.
“Sangat disayangkan rapat hari ini tertutup. Kami mempertanyakan komitmen kerakyatan DPRD Bengkulu Selatan. Harusnya hearing dengan massa penolakan kenaikan harga BBM ini berlangsung terbuka, biar masyarakat tahu apa dibahas,” papar Apdian Utama, reporter TVRI wilayah Bengkulu.
Sementara itu Oni Lufti Ketua DPD LSM Topan RI menyikapi bahwa sebuah tindakan yang di lakukan oleh Barli Halim SH Ketua DPRD Bengkulu Selatan itu terkesan tidak ada keterbukaan untuk publik.
“Saya sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh ketua DPRD Bengkulu Selatan yang tidak transparan atau terbuka dalam Hearing tersebut,tampaknya ketua DPRD Bengkulu Selatan belum memahami secara utuh arti berdemokrasi secara utuh,” kata Oni Lufti
Ditambahkan Oni Lufti,kita boleh saja melakukan aksi rapat tertutup,namun dalam hal ini kita juga harus melihat apa yang akan di bahas dalam rapat tersebut,apakah memang dalam pembahasan Hearing bersama masa demo itu ada pembahasan yang bersifat penting.
“Kalau memang bersifat rahasia boleh saja mereka melakukan secara tertutup,tapi kalau tidak bersifat rahasia kenapa dilakukan secara tertutup,masyarakat perlu transparan agar kita sama – sama tau apa yang di bahas,” tutup Oni Lufti Ketua DPD LSM Topan RI. (Fong)










