Bengkulu, Siberindo.co – Sebanyak 103 pegawai ASN dan outsourcing BPTP Balitbangtang Bengkulu lakukan Rapid Test pada Selasa (08/09/2020). Hal ini dilakukan untuk antisipasi paparan Covid-19 pada pegawai di lingkup Kementerian Pertanian karena semakin meningkatnya kasus positif Covid-19 di Indonesia dan khususnya di Bengkulu.
Kepala BPTP Balitbangan Bengkulu, Dr. Yudi Sastro, SP., MP yang ditemui saat kegiatan Rapid Test mengungkapkan bahwa tujuan Rapid Test ini bukan untuk mengetahui karyawan positif terpapar Covid-19 atau tidak, namun lebih untuk antisipasi seperti halnya tujuan dari tes ini, yakni untuk mendeteksi antibodi.
“Apabila karyawan non-reaktif, maka bisa melakukan aktifitas normal dengan memperhatikan protokol kesehatan, sedangkan bagi yang reaktif, akan dilakukan tes lanjutan dan isolasi mandiri” ujar Yudi.
Dalam berbagai kesempatan, Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono mengatakan bahwa sebagai langkah antisipatif, jajaran pimpinan Kementan terus diminta untuk melakukan langkah pencegahan secara ketat. Pertama, penyemprotan disinfektan dilakukan ke seluruh ruangan Kantor lingkup Kementan.
Ketiga, yakni melakukan pengaturan sistem bekerja dari rumah (work from home/WFH), dengan tetap dapat menyelesaikan pekerjaan/tugas. Keempat, mengurangi kegiatan yang bersifat pertemuan secara fisik (sebaiknya gunakan virtual). Kelima, meningkatkan jumlah pegawai untuk melakukan rapid test.
Pada kesempatan Rapid Test juga dibagikan secara gratis paket produk eucalyptus dari Badan Litbang Pertanian berupa roll on, inhalant dan kalung. Bahan aktif utamanya, terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M-pro. M-pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.
Hasil penelitian menunjukkan Eucalyptol ini berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus. Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan.
Kementan turut menggandeng perusahaan swasta yakni PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan inovasi dan hilirisasi terhadap produk berbahan eucalyptus tersebut. PT Eagle Indo Pharma merupakan perusahaan swasta nasional yang dikenal dengan merk dagang Cap Lang dan memiliki produk-produk berkualitas di pasaran.










Komentar