Musim penghujan di awal tahun ini dengan intensitasnya yang tinggi membuat beberapa desa di wilayah Pati terdampak banjir, apalagi desa yang letaknya berada di sepanjang Sungai Silugonggo. Sungai Silugonggo adalah sungai besar yang jalurnya membelah wilayah Pati yang bermuara di Kecamatan Juwana di pantai utara jawa. Selasa (9/2).
Hujan yang intensitasnya sangat tinggi beberapa hari ini membuat Desa Banjarsari dan Desa Mustokoharjo yang berada di pinggiran Sungai Silugonggo terdampak banjir.
Adalah Ya Ummi Fatimah, dengan beberapa divisi dibawahnya yang selalu tanggap dengan kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Dengan bekal saweran (sukarela) sesama anggota mengumpulkan donasi untuk diberikan kepada masyarakat yang tengah mengalami musibah ini. Dengan kordinator lapangan Agus Tiyono, beberapa staf terjun langsung ke wilayah yang terdampak Banjir yaitu di Desa Banjarsari dan Desa Mustokoharjo.
“Dana yang terkumpul secara saweran dan seadanya ini kita belikan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat yang rumahnya kena musibah banjir,” Ungkap Agus.
Ada cerita menarik dibalik pengiriman sembako ini, adalah armada bak terbuka double cabin. Armada “si tuning” atau armada relawan karena armada tersebut memang berwarna kuning yang penuh kenangan dan selalu siap dalam segala hal. Armada ini sebetulnya dipakai sehari hari untuk pengiriman hasil produksi, akan tetapi ketika terjadi bencana di Palu armada ini ikut dipergunakan sebagai armada relawan.
“ Hari ini kita memakai armada double cabin si tuning untuk pendistribusian paket sembako ataupun nasi bungkus,” Ungkap Agus Tiyono sebelum berangkat ke daerah tujuan. (krt/m@s)









Komentar