oleh

Kapolri Tinjau Pos Pengamanan di Seberang Istana Negara

Bengkulu, Siberindo.co – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau Pos Pengamanan Polres Metropolitan Jakarta Pusat di silang Monumen Nasional (Monas) atau tepatnya di seberang Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/04/22) siang.

Kapolri bersama pejabat Mabes Polri lainnya tiba di Pos Pengamanan sekitar pukul 12.44 WIB. Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si., menyambut langsung kehadiran Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Dalam kesempatan ini, Kapolri bersama Kapolda Metro Jaya sempat melihat peta Tactical Wall Game (TWG) Pola Pengamanan Wilayah Hukum Jakarta Pusat yang terpampang di papan berukuran kurang lebih 1,5 meter kali 2 meter.

Baca Juga  Ketua KAI Kota Bengkulu Dukung Penuh Menteri ATR/BPN dan Kapolri Berantas Mafia Tanah

Tak berselang lama, Kapolri dan Kapolda Metro Jaya beserta para pejabat lainnya masuk ke ruang Pos Pengamanan. Kehadiran Kapolri diduga berkaitan dengan rencana aksi yang akan digelar sekelompok mahasiswa di Jakarta hari ini.

Sementara berdasarkan pantauan lapangan, tidak sedikit massa yang tidak beralmamater datang ke arah atung kuda Arjuna Wihaha atau depan Monas. Mereka diduga kuat akan ikut melakukan aksi saat mahasiswa berorasi.

Baca Juga  Kapolri Kerahkan Tenaga Medis Tambahan Tangani Korban Gempa Bumi di Cianjur

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI memang berencana menggelar aksi di Jakarta dan menyampaikan empat tuntutan pada hari ini. Yaitu mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

Selanjutnya, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

Baca Juga  Babinsa Koramil 1013-09/Tumbang Laung Tegakkan Disiplin Protkes Covid-19.

Kemudian, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan Presiden tiga periode.

Terakhir, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab

Dalam unjuk rasa ini ribuan petugas polisi dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Rencananya kegiatan unjuk rasa terpusat di dua lokasi berbeda, yaitu di sekitaran Istana Negara dan gedung DPR RI.

News Feed