Bengkulu, Siberindo.co – Kabupaten Rejang Lebong (RL) memang menjadi salah satu daerah di Bengkulu yang memiliki daya pikat pariwisata yang sangat beragam. Salah satunya adalah Air Terjun Tangga Seribu di Dusun Gardu Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang atau di kawasan Lembak.
Lokasinya sangat strategis, hanya sekitar 1 kilometer (Km) saja dari jalan lintas Curup – Lubuklinggau. Disebut Air Terjun Tangga Seribu karena untuk mencapai lokasi air terjun ini harus menuruni anak tangga yang berjumlah ratusan anak tangga. Namun karena banyaknya anak tangga tersebut disebutlah tangga seribu.
Tangga menuju air terjun ini sebenarnya dibuat bukan untuk keperluan akses ke air terjun, namun ke gardu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) yang berada persis di dekat air terjun ini.
Menurut Ketua Karang Taruna Kecamatan Binduriang, Jhoni Efrizal, meskipun memiliki potensi yang sangat bagus namun objek wisata ini bekum tersentuh pembangunan dari pemerintah daerah. Sedangkan karang taruna masih terkendala dana untuk mengembangkannya secara mandiri.
“Belum dikelola sampai sekarang, harapan kita memang ada pengelolaan dengan baik. Kami dari karang taruna siap untuk mengelolanya, namun terkendala dengan biaya. Kalau akses jalan untuk sampai di Air Terjun ini cukup bagus dan hanya butuh waktu sekitar 10 menitan saja dari jalan lintas ke lokasi air terjunnya,” ungkap Jhon.
Sementara itu, menurut tokoh masyarakat Lembak Fauzi, pemerintah daerah harus bersinergi dengan karang taruna, Risma atau organisasi kepemudaan lainnya untuk mengembangkan potensi wisata ini.
Karena masyarakat sekitar juga sangat mendukung, agar potensi-potensi pariwisata ini bisa tergali secara maksimal dan bisa menunjang perekonomian masyarakat juga untuk pendapatan asli daerah (PAD).
“Harapan kami ke depan pemerintah bisa bersinergi dengan karang taruna, risma atau organisasi pemuda lainnya untuk mebangkitkan potensi wisata tangga seribu ini. Dengan termanfaatkannya potensi wisata tangga seribu tersebut bisa juga membantu menggerakkan ekomomi masyarakat sekitar, misalnya bisa berjualan kuliner, untuk pemuda bisa menjadi juru parkir, untuk karang taruna bisa ambil dari retribusi masuk lokasi dan lain sebagainya,” harapnya.
Hingga kini masih sangat jarang masyarakat yang berkunjung ke lokasi ini. Lokasi masuknya persis di akses masuk kawasan PLTMH Kepala Curup, dekat jembatan Gardu.
Namun untuk mencapai lokasi air terjun harus memiliki fisik yang kuat karena anak tangganya cukup banyak. Bagi masyarakat yang ingin ke lokasi ini juga bisa meminta bantuan pendampingan dari Karang Taruna Kepala Curup. (yon)










Komentar