Bengkulu, Siberindo.co – DPRD Kepahiang mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan para pemuda yang tergabung dalam Rumah Pemuda Kreatif (RPK) Yayasan Raflesia Nusantara dalam rangka dukungan pemerintah terhadap pengembangan magot (larva) dari lalat hitam BSF (Black Soldier Fly) asal Desa Simpang Kota Bingin Kecamatan Merigi. Disampaikan Arlis Fajri, S.Pt ketua yayasan Raflesia Nusantara bahwa pengembangan magot telah dilakukan kelompok pemuda desa simpang kota beringin kecamatan merigi yang tergabung dalam rumah pemuda kreatif yang hasil olahannya dapat dimanfaatkan sebagai kompos dan larvanya sebagai pakan ikan dan ternak.
“Lalat hitam BSF ini adalah serangga yang paling cepat mengurai sampah organik dan tidak membawa vektor penyakit, tidak menimbulkan bau dan aman bagi manusia, beda dengan lalat hijau. Apabila program pengembangan magot dari lalat hitam BSF ini didukung pemerintah tentu skala pengolahan lebih besar dan dapat membantu proses permasalahan sampah serta memberikan nilai ekonomi, 1 gram magot saja dapat menghabiskan sampah organik mencapai 10 kilogram, sedangkan 1 bioflog bisa 20 gram magot,” ungkapnya.
Sementara itu Andrian defandra mengapresiasi dan menyambut positif apa yang telah dilakukan para pemuda yang tergabung dalam rumah pemuda kreatif desa simpang kota beringin. Masih dikatakannya bahwa kabupaten kepahiang sangat butuh ide kreatif dari pemuda, terkait pengolahan sampah dengan menggunakan lalat BSF ini kita baru dengar, apalagi hasil olahan yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos dan pakan ikan ini.











Komentar