oleh

Mahasiswa LPDP-PKUMI Perkenalkan Adat Bugis pada Dunia

California – Ditengah isu krisis lingkungan yang semakin mengglobal, Darlis sebagai mahasiswa doktoral Universitas PTIQ atas beasiswa LPDP-PKUMI, mempresentasikan filosofi budaya Kamase’-kamase’ di Universitas California, Riverside (UCR) Amerika Serikat.

Presentasi tersebut berlangsung di kelas mingguan Cultural Conversation Class yang dilaksanakan oleh International Students and Scholars (ISS) UCR tepat hari Selasa, 16 April 2024 waktu California.

Kegiatan tersebut merupakan program penguatan bahasa dan sharing budaya seluruh mahasiswa non-Amerika dari seluruh dunia, seperti German, Rusia, Mexico, Iran, Korea, Jepang, China, India dan Indonesia.

Baca Juga  Hut Humas Polri Ke 72, Polres Rejang Lebong Lakukan Penghijauan Tanaman 250 Pohon

Dalam kesempatan tersebut, Darlis yang juga Dosen UIN Datokarama Palu memaparkan kondisi ril kerusakan lingkungan di Indonesia. Ia menyatakan bahwa salah satu sebab kerusakan tersebut adalah gaya hidup konsumerisme dan materialisme.

Pada konteks itu, pembina pesantren Anwarul Quran Palu tersebut menegaskan pentingnya minimalism sebagai gaya hidup di tengah krisis ekologis dewasa ini.

Baca Juga  Ojol Apresiasi Program Polantas Menyapa, Dorong Edukasi dan Sinergi Keselamatan Jalan

Menurutnya, minimalism merupakan pandangan dunia dan gaya hidup yang menekankan kesederhanaan (simplicity) dan keberfungsian (fungsionality). Minimalism, tambahnya, tidak hanya ekologis, tapi juga merupakan cara untuk mencapai kebahagian (happiness) dan kemerdekaan (freedom) serta kemelekatan (attachment) dengan diri dan keluarga.

Dalam momen tersebut, Darlis yang sedang menulis Disertasi tentang Manusia Ekologis juga menampilkan praktek dan filosofi Kamase’-kamase sebagai salah satu praktek hidup minimalis masyarakat  Ammatoa Kajang, Sulawesi Selatan.

Baca Juga  Kapolsek Ketahun Laksanakan Bhakti Sosial di Rumah Warga Korban Kebakaran

Di akhir presentasi, Mrs.Candace sebegai fasilitator sangat mengapresiasi penampilan dan tema yang dibahas oleh Darlis. Di saat yang sama, mahasiswa dari German dan Korea sangat penasaran dengan budaya Kamase’-kamase’ Ammatoa Suku Kajang tersebut dalam konteks kehidupan modern saat ini.

News Feed