oleh

Temui Massa Aksi, Jonaidi SP: Kita Apresiasi Gerakan Moral Mahasiswa

Bengkulu, Siberindo.co- Penolakan kenaikan harga BBM di Provinsi Bengkulu terus berlanjut, kali ini giliran organisasi Pemuda Muhammadiyah, IMM, NA, IPM dan beberapa organisasi lainnya, menggelar aksi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa 20 September 2022.

Bergerak dari Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, massa ini kemudian melakukan aksinya di DPRD Provinsi Bengkulu, untuk meminta Pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM tersebut.

Disampaikan Muhamad Yusuf selaku korlap dalam aksi tersebut, bahwa kenaikan BBM ini merupakan ketidakberpihakan kepada masyarakat kecil. Karena dampak kenaikan harga BBM ini, sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

“Ini adalah sebuah tindakan zalim, maka kita harus lawan segala bentuk penindasan yang dilakukan kepada rakyat,” sampai Muhamad Yusuf.

Baca Juga  Polsek Bengko Laksanakan KRYD Cegah Tindak Pidana dan Ciptakan Rasa Aman

Dilain sisi, Jonaidi SP Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu yang turun langsung menemui massa, untuk mendampingi Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri dan Wakil Ketua I Samsu Amanah, menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa ini patut diapresiasi.

Menurutnya, bahwa apa yang dilakukan oleh para mahasiswa belakangan ini, merupakan suatu perjuangan atas nama rakyat, sehingga gerakan moralitas seperti ini memang harus konsisten disuarakan.

“Tentu apa yang dilakukan kawan-kawan mahasiswa ini patut diberi apresiasi, karena mereka ini nanti akan menjadi pemimpin selanjutnya, dan ini memang harus kita dukung,” ungkap Jonaidi SP, MM.

Baca Juga  Anggota DPR RI M Saleh Salurkan Rp 690 Juta untuk 6 Madrasah di Bengkulu

Dalam kurun beberapa tahun terakhir ini, memang pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM, bahkan sejumlah kewenangan daerah di sektor energi sudah diambil alih pemerintah pusat.

“Gelombang penolakan kenaikan BBM ini memang dilakukan atas tuntutan derita rakyat, oleh karena itu wajib untuk ditindaklanjuti oleh wakil rakyat,” tambahnya.

Tambahnya, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa kepada DPRD Provinsi Bengkulu, akan diperjuangkan sebagai kepentingan daerah.

Tidak terkecuali dalam menindaklanjuti aksi penolakan kenaikan harga BBM, yang terus disampaikan beberapa hari terakhir ini.

“Ini adalah sebuah tanggungjawab bagi kami, persoalan kenaikan harga BBM ini juga telah kami tindaklanjuti ke Pemerintah Pusat,” demikian tutupnya.

Baca Juga  STIESNU Bengkulu Peringkat 6 di Bengkulu Versi Webometrics Tahun 2023

Adapun tuntutan massa dalam aksi tersebut diantaranya:

1. Menolak keras kenaikan harga BBM di saat harga minyak dunia turun serta tidak berpihak pada kondisi rakyat.

2. Medesak pemerintah serius memberantas mafia BBM yang merenggut hak subsidi bagi rakyat miskin.

3. Mendesak pemerintah untuk mengantisipasi serta mengendalikan Inflasi akibat kenaikan harga BBM yang mencekik ekonomi rakyat.

4. Mendesak pemerintah untuk meningkatkan harga komoditas pertanian.

5. Mendesak pemerintah agar meningkatkan UMP untuk mengimbangi kenaikan harga BBM.

6. Mendesak pemerintah agar melakukan evaluasi dan menunda proyek strategis negara, serta alihkan anggaran proyek strategis negara untuk mensubsidi BBM. (ADV)

News Feed