oleh

Revolusi Mental Bagi ASN Modal Dasar Birokrasi Bersih dan Akuntabel

Bengkulu, Siberindo.co – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan bahwa road map reformasi birokrasi merupakan salah satu program yang mendapat prioritas utama.

Revolusi mental yang dimaksud kata Rohidin, untuk pelayanan publik bagi Apratur Sipil Negara (ASN) dalam konteks birokrasi.

“Revolusi mental dimaknai adanya perubahan cara berpikir, berperilaku utama dalam birokrasi pemerintah,” kata Rohidin pada arahannya di depan 120 orang ASN yang mengikuti acara Pengembangan ASN dalam Perspektif Revolusi Mental bertempat di Gedung Serba Guna Pemprov, Senin (21/6/2021).

Baca Juga  Pemprov Bengkulu Dukung Penuh Basarnas Tingkatkan Kapasitas Guna Hadapi Situasi Bencana

Selanjutnya kata Rohidin, revolusi mental untuk pelayanan publik bagi ASN dinilai sangat penting. Karena pembangunan bangsa tidak akan maju kalau hanya sekedar mengandalkan institusional tanpa melakukan perombakan terhadap manusianya atau sifat mereka yang menjalankan sistem.

“Dimaklumi selama ini banyak permasalahan birokrasi yang dilatarbelakangi oleh perilaku negatif sebagian ASN yang mendorong terciptannya citra negatif terhadap birokrasi, sehingga dengan revolusi mental ini akan tercipta birokrasi yang bersih dan efisien serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” jelas wakil Bupati Bengkulu Selatan periode 2010-2015.

Baca Juga  Patroli Sabhara Polres Bengkulu Selatan Ingatkan Warga Patuhi Prokes Covid-19

Ada tiga nilai dasar yang perlu kita ketahui dan diimplementasikan. Nilai Integritas, dapat diartikan sebagai kesesuaian antara apa yang diperbuat, berkata jujur dapat dipercaya berpegang teguh kebenaran moral dan etika.

“Saya berharap ada perubahan mendasar revolusi mental bagi ASN, Saya tekankan betul muncul semangat kerja untuk beraktifitas. Kita tidak boleh putus asa. Saya yakin betul pelatihan seperti ini sangat bermanfaat,” harapnya.

Baca Juga  Polsek Seluma Timur Laksanakan Patroli Dialogis Nusa II di Wilayah Seluma Timur

Kinerja birokrasi masih sangat lemah hampir tidak ada kreaktifitas. Para pegawai cuman menunggu perintah, itupun diperintah belum tentu dijalankan ini jadi persoalan.

“Karena kita sekarang betul-betul menyadari, bahwa kinerja birokrasi sangat lemah ini kita pacukan, tapi kita tidak boleh putus asa. Saya yakin betul pelatihan seperti ini sangat bermanfaat,” tutup Rohidin.

Dutawarta.com

Komentar

News Feed