oleh

Sembako Ederra di Tengah Harapan Ibu Zulaikha

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah kembali diperketat lagi pada awal tahun 2021. Beberapa dampak PPKM mulai dialami oleh berbagai kalangan. Bagi masyarakat dhuafa dan buruh migran, kesulitan juga kembali dirasakan. Harapan mereka kini tak muluk-muluk, asal setiap hari dapat makan setidaknya dua kali, mereka sudah sangat bersyukur. Itulah pendapat salah satu ibu pejuang nafkah bernama Zulaikha.

Zulaikha tinggal di sekitar Rumah Tahfidz Nur Hidayah di daerah Imogiri Timur, Bantul. Sudah 10 tahun Zulaikha membuka usaha laundri, tepatnya sejak berpisah dengan suaminya pada 2009 lalu. Sejak saat itulah perjuangan menjadi orang tua tunggal bagi anak semata wayangnya dilakoni Zulaikha.

Sebelumnya, Zulaikha membuka jasa jahit, namun karena tidak begitu ramai akhirnya memutuskan untuk menerima laundri. Bukan hal yang mudah bagi Zulaikha saat itu, namun lama kelamaan usaha laundri bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk dirinya dan anak semata wayangnya, Afandi yang kini berusia 12 tahun.

Baca Juga  Gubernur Rohidin Minta Kabupaten Seluma Tetap Bentuk Posko PPKM Hingga ke Level Desa Kendati Tergolong Aman

Kini putranya sudah kelas 6 SD dan akan segera menginjak bangku SMP. Namun situasi di tengah pandemi ini sangat menyulitkan Zulaikha, ia mengatakan bahwa pada awal pandemi bahkan tidak ada baju cucian yang masuk.

“Awal Corona itu sampai tidak ada yang mau nge-laundri, mungkin orang-orang pada takut,” kisah Zulaikha.

Kini usaha laundri-nya sudah bisa beroperasi seperti biasa meski tidak lagi seramai sebelum pandemi. Zulaikha menyiasati sepinya laundri dengan memberikan pelayanan lebih untuk pelanggannya. Zulaikha kini menjemput dan mengantar pakaian yang akan dicuci. Selain antar jemput laundri, Zulaikha juga membebaskan biaya laundri untuk mukena di mushola-mushola.

Baca Juga  Gelar Sosialisasi Pengukuran IPKD, Badan Litbang Kemendagri Harap Pemda Tingkatkan Kualitas Kinerja Tata Kelola Keuangannya

“Itung-itung nabung buat akhirat mbak,” ujar Zulaikha yang juga sering mengikuti kajian di Rumah Tahfidz Nur Hidayah, sembari berharap pada banyak keutamaan sedekah.

Zulaikha adalah salah satu warga yang cukup pelik merasakan dampak pandemi Covid-19. Ia hanya berharap agar pandemi segera berakhir dan usahanya dapat kembali ramai, mengingat putra semata wayangnya akan memasuki bangku SMP pada Juli 2021 mendatang.

Di tengah sulitnya keadaan, Zulaikha sedikit lega, pasalnya pada Selasa (12/1) lalu, ia mendapatkan tambahan rezeki berupa satu kantong penuh berisi sembako yang dibagikan oleh PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta dan Ederra Indonesia untuk warga dhuafa yang tinggal di sekitar rumah tahfidz. Zulaikha sangat bersyukur, ia tidak akan pusing memikirkan stok makanan setengah bulan ke depan.

Baca Juga  Ringankan Beban Warga, Polres Seluma Bagikan Sembako Hasil Program 1000 Berbagi

“Ya, berapapun yang didapat meski lagi sulit begini harus tetap disyukuri, kalau mau ngeluh terus tidak ada habis-habisnya. Alhamdulllah saya bersyukur sekali, terima kasih nggih, terima kasih PPPA Daarul Qur’an, terimakasih Ederra Indonesia. matur suwun,” ucap Zulaikha sembari menerima bingkisan sembako di halaman Rumah Tahfidz Nur Hidayah.

Komentar

News Feed