oleh

Usmi Laila, Mahasiswi Berprestasi IAIN Bengkulu: Cumlaude IPK 3,91, Hafal 30 Juz Alquran

Bengkulu, Siberindo.co – Perkenalkan namanya Usmi Laila, biasa dipanggil Lalak. Lalak merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan dari Muhammad Ramidi dan Evi Puspa Yanti.

Lalak berasal dari Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.

Pada 2017 lalu, Lalak masuk sebagai mahasiswi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Jurusan Dakwah (FUAD) IAIN Bengkulu.

Dia merupakan salah satu mahasiswi berprestasi, sebab, Lalak mampu menyelesaikan studi S1 selama 3,5 tahun atau 7 semester. Tak hanya itu, Lalak juga tampil sebagai lululan berpredikat cumlaude dengan IPD 3,91.

Lalak juga merupakan hafizah yang hafal 30 juz Al Quran. Dia pernah mengkuti perlombaan dibidang Tahfiz Al-quran, dan pernah juara 1, juara 2 dan juara 3 di bidang hifzil Quran golongan 1 juz, 5 juz, 10 juz dan 20 juz putri di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Selatan.

“Dulu, aku bercita-cita sekolah diluar negeri Al-azhar Cairoo, Mesir. Namun belum diizinkan Tuhan, kemudian aku memutuskan untuk melanjutkan studi di kampus umum seperti di Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Gadjah Mada, dan yang lainnya. Namun lagi dan lagi Tuhan belum mengizinkannya. Aku sempat kecewa, dan berniat untuk menunda melanjutkan studi pendidikan S1. Tetapi karena dukungan, doa dan restu dari kedua orangtua, yang memutuskan agar aku melanjutkan studi di IAIN Bengkulu. Dengan rasa yang gundah, aku pun mengikuti alur nya dengan baik. Dan ditahun 2021 ini, aku LULUS dengan masa studi 3,5 tahun predikat CUMLAUDE dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91. Aku masih bermimpi, untuk melanjutkan studi diluar negeri. Jika Tuhan belum mengizinkan diluar negeri, setidaknya mimpiku masih ingin studi S2 diluar sumatera, di Jogya tepatnya,” ungkap Lalak, dikutip dari blog pribadinya.

Disela kesibukan kegiatan dan perkuliahan, Lalak juga meluangkan waktu untuk mengikuti berbagai perlombaan sebagai penunjang prestasi non akademik. “Aku pernah menjuarai perlombaan dibidang Al-quran, selama masa studi di Bengkulu juara 2 Murottal Al-quran se-Provinsi Bengkulu, juara 1 Dai’ Dai’yyah se-Provinsi Bengkulu dan Juara 2 Lomba Ceramah se-IAIN Bengkulu,” tulisnya.

Baca Juga  Prof Rohimin : 100 Hari Kerja Kapolri, Program Restorative Justice Bangun Kepercayaan Publik

Selama masa studi Lalak tidak hanya fokus pada bidang pendidikan akademik saja. Namun juga ikut berkontribusi dalam beberapa organisasi dan kegiatan lainnya. Di awal semester Lalak mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS-KPI), Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKM-KI), kemudian di tahun 2017 juga, Lalak ikut tergabung dalam Ikatan DUTA Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Lalak juga mengikuti pengkaderan di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)>

Baca Juga  Police Goes To School, Polsek Lais Kunjungi SMAN 3 Bengkulu Utara

“Hari-hari ku melewati masa studi ini penuh canda dan tawa, kadang merasa bahagia, namun juga terkadang dilema. Berbagai permasalahan dilalui, dinikmati, dan tentunya tetap di syukuri. Ujian bertubi-tubi, pun musibah juga datang silih berganti. Tetapi karena adanya mimpi, apapun harus tetap tegak berdiri, berjalan bahkan berlari menjemputnya tanpa kenal henti,” ungkapnya puitis.

Ditahun 2018, Lalak tergabung di organisasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA FUAD), tergabung dalam Ikatan Duta Institut Agama Islam Negeri (IAIN Bengkulu), serta mengabdi di Prodi KPI dalam kegiatan KPI Mengaji sebagai Mentor dibidang Tilawatil Quran.

Komentar

News Feed