Bengkulu, Siberindo.co – Perkenalkan namanya Usmi Laila, biasa dipanggil Lalak. Lalak merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan dari Muhammad Ramidi dan Evi Puspa Yanti.
Lalak berasal dari Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.
Pada 2017 lalu, Lalak masuk sebagai mahasiswi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Jurusan Dakwah (FUAD) IAIN Bengkulu.
Dia merupakan salah satu mahasiswi berprestasi, sebab, Lalak mampu menyelesaikan studi S1 selama 3,5 tahun atau 7 semester. Tak hanya itu, Lalak juga tampil sebagai lululan berpredikat cumlaude dengan IPD 3,91.
Lalak juga merupakan hafizah yang hafal 30 juz Al Quran. Dia pernah mengkuti perlombaan dibidang Tahfiz Al-quran, dan pernah juara 1, juara 2 dan juara 3 di bidang hifzil Quran golongan 1 juz, 5 juz, 10 juz dan 20 juz putri di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Selatan.
Disela kesibukan kegiatan dan perkuliahan, Lalak juga meluangkan waktu untuk mengikuti berbagai perlombaan sebagai penunjang prestasi non akademik. “Aku pernah menjuarai perlombaan dibidang Al-quran, selama masa studi di Bengkulu juara 2 Murottal Al-quran se-Provinsi Bengkulu, juara 1 Dai’ Dai’yyah se-Provinsi Bengkulu dan Juara 2 Lomba Ceramah se-IAIN Bengkulu,” tulisnya.
Selama masa studi Lalak tidak hanya fokus pada bidang pendidikan akademik saja. Namun juga ikut berkontribusi dalam beberapa organisasi dan kegiatan lainnya. Di awal semester Lalak mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS-KPI), Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKM-KI), kemudian di tahun 2017 juga, Lalak ikut tergabung dalam Ikatan DUTA Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Lalak juga mengikuti pengkaderan di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)>
“Hari-hari ku melewati masa studi ini penuh canda dan tawa, kadang merasa bahagia, namun juga terkadang dilema. Berbagai permasalahan dilalui, dinikmati, dan tentunya tetap di syukuri. Ujian bertubi-tubi, pun musibah juga datang silih berganti. Tetapi karena adanya mimpi, apapun harus tetap tegak berdiri, berjalan bahkan berlari menjemputnya tanpa kenal henti,” ungkapnya puitis.











Komentar