Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bekerjasama dengan RSIA Aminah, FPKESIA Kabupaten Blitar dan Aisyiah Cabang Kanigoro menggelar bakti sosial (baksos) pelayanan KB IUD dan Implant di kecamatan Kanigoro, Sabtu (21/11/2020).
Baksos yang diinisiasi Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FPKESIA) Kabupaten Blitar dan DPPKBP3A Pemkab Blitar ini dibuka Kepala DPPKBP3A Pemkab Blitar Eka Purwanta. Hadir pada kegiatan itu perwakilan RSIA Aminah, Ketua I FPKESIA Kabupaten Blitar, Pimpinan Cabang Aisyiah Kanigoro serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kanigoro.
Kepala DPPKBP3A Pemkab Blitar Eka Purwanta menjelaskan, terdapat 50 orang peserta baksos pelayanan KB dan Implant ini. Dari 50 peserta itu, yang ikut pelayanan implant ada 35 peserta, sementara untuk pelayanan IUD (Intrauterine Device) diikuti 15 orang peserta.
“Ternyata masyarakat kita masih implant minded. Artinya cari implant. Tapi semua tersedia, dan berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut di tempat-tempat yang lain. Kami berharap KB ini saat sekarang menjadi kebutuhan, artinya kita menyediakan alat, obat, tenaga,” tukas Eka.
Kepada Ibu-ibu di kabupaten Blitar, Eka mengajak yang belum ikut KB bisa ikut KB. Bagi yang ber-KB namun ketika melakukan hubungan suami istri memakai Kondom atau minum obat, Eka menyarankan untuk beralih ke implant, IUD bahkan steril.
Jika sudah seperti itu, pihaknya menjamin adanya sebuah kesejahteraan dan kelahiran yang terencanakan di dalam keluarga.
“Dengan demikian harapan kita masyarakat kabupaten Blitar akan lebih sejahtera, kelahiran direncanakan. Pemerintah telah menggratiskan KB dengan SE Bupati tentang bebas pelayanan tarif KB pada masyarakat. Pelaksanaan dengan protokol kesehatan yang ketat tetap kita jalankan,” tegasnya.
(Pewarta : Faisal NR)









Komentar