oleh

Evaluasi Pertanggungjawaban APBD 2021, PAD Bengkulu Jadi Sorotan Kemendagri

– Khusus tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Provinsi (Pemprov)  jadi sorotan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kami menilai masih banyak sekali potensi PAD yang bisa dicapai oleh Pemprov ,” ujar Ketua Komisi II DPRD Provinsi, , Senin (24/10/22).

 menjelaskan, APBD itu bukan hanya pada saat pelaksanaan pembangunan atau anggaran saja, pertanggungjawabannya sama kekuatan hukum dan posisinya dengan pembahasan perencanaan.

Baca Juga  Bawa Tiga Paket Ganja, Pria Benteng Ditangkap Direktorat Narkoba Polda Bengkulu

Hal tersebut sudah mereka bahas di DPRD, sudah diberikan catatan didalam rekomendasi termasuk perbaikan.

“Nanti diimplementasikan di 2023, target kita yang menjadi kelemahan di 2021 ini diperbaiki. Juga dilakukan formulasi perbaikan, baik inovasi dan strategi dalam pencapaian pendapatan daerah,” ujar .

Ia menjabarkan, pendapatan daerah bukan hanya dari PAD, tapi juga dari dana bagi hasil, royalti batubara, transfer dana pusat.

Baca Juga  Sambang Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Monitoring Tanaman Pangan di Desa Karang Dapo Atas

Khusus tentang PAD dari sisi pajak dan retribusi, kata , Pemprov  memang menjadi sorotan.

“Kami Banggar DPRD menilai, masih sangat banyak sekali potensi peningkatan PAD yang bisa dicapai oleh Pemprov  bila serius,” tegasnya.

Dari tahun ketahun, setiap membahas APBD, standar persentase peningkatan PAD bukannya naik, yang diusulkan Gubernur melalui TAPD justru menurun.

Baca Juga  Rotasi Jabatan di Lingkungan Polresta Bengkulu, Kasat Lantas dan Kapolsek Teluk Segara Resmi Berganti

Hal itu menjadi catatan DPRD, sebut , karena seharusnya TAPD setiap tahun memformulasikan agar PAD terus naik.

News Feed