– Kabupaten Seluma saat ini, sangat butuh program pemerintah Provinsi Bengkulu untuk bidang ketahanan pangan yang benar-benar bisa diimplementasikan.
“Ini sangat urgent, apa yang diusulkan oleh pihak Kabupaten Seluma tadi,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi, Senin(24/10/22).
Hal ini disampaikan Anggota DPRD dapil kabupaten Seluma ini, setelah secara khusus menerima kunjungan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Seluma di ruang kerjanya.
Jonaidi mengungkapkan, pihak Dinas berharap bisa mengadakan Gebyar Pangan Murah untuk masyarakat petani miskin di Seluma.
Sebagai bentuk antisipasi, ketika harga sembako tinggi, dengan memberikan paket sembako seperti beras dan minyak harga murah kepada para petani miskin.
“Kemudian, mereka juga meminta untuk membantu mengisi 4 lumbung pangan yang sudah ada di Kabupaten Seluma, yang selama ini kosong,” ungkapnya.
Ternyata, kata Jonaidi, selama ini pemerintah pusat dan provinsi sudah punya desain, setiap Kabupaten harus punya lumbung padi.
Isi dari lumbung padi ini nanti, yaitu dengan membeli padi dari masyarakat, sebagai stok untuk antisipasi saat terjadi krisis pangan.
“Dari pada menjual keluar dengan harga murah, juga sebagai penghargaan kepada petani bahwa pemerintah juga membeli padi kepada petani,” tuturnya.
Ketahanan pangan merupakan bagian sangat penting, kalau ketahanan pangan tidak stabil dan terancam, negara juga ikut terancam.
“Bisa terjadi kelaparan, kesenjangan sosial, ketidakstabilan harga, dan segala macam, indikasinya adalah dari ketahanan pangan,” jelas jonaidi.
Terakhir, Dinas Ketahanan Pangan Seluma mengusulkan terkait pengentasan stunting, yang ditujukan kepada anak masyarakat petani miskin di Seluma.
Akan dicanangkan di 35 desa di kabupaten Seluma, namun untuk awal baru diusulkan pihak Dinas sebanyak 10 desa.
“Kadang-kadang pemerintah ini hanya ada programnya saja, tapi realisasinya nggak ada. Dan Insyaallah, di tahun 2023, akan kita bahas dan akan kita coba kucurkan untuk Kabupaten Seluma,” pungkas Jonaidi.









