Hampir di setiap lampu merah kota Medan khususnya, acap kali kita temukan kostum berbagai karakter ini mondar mandir di jalanan.
Termasuk di wilayah Medan Johor, anak-anak asli kampung sini pun tak mau kalah. Saat kami temui, mereka mengaku ingin mencari kesibukan yang menghasilkan selagi masih belajar daring.
Disamping keberadaan mereka yang mengkhawatirkan saat harus berada di jalanan, ada sebenarnya harap dihati mereka untuk bisa kembali bersekolah. Bertemu teman-teman, belajar dan tidak menyibukkan orangtua saat mereka hanya berdiam di rumah.
Uang yang mereka dapatkan, harus dibayarkan lagi untuk sewa kostum. Hanya beberapa yang mereka bagi rata dan dibawa pulang.
Saat ditemui, kami berikan oleh-oleh Al-Qur’an dan Iqro sedekah dari Ayah Bunda untuk mereka. Mereka sangat senang sekali. “Sudah lama sekali kami enggak ngaji kak,” ujar Fahrizal (12) yang sudah hafal surah Annas hingga Al-Ghasiyah.
“Al-Qur’an kami ada di rumah guru ngaji kami kak. Kalau di rumah enggak ada,” tambah Tegar (11).
Semoga Al-Quran dan Iqro ini bisa menjadi sahabat mereka saat sedang di rumah dan bermain.
Karena memang bukan uang tujuan utama anak-anak ini. Semoga Allah segera menyelesaikan wabah dan menormalkan kembali kondisi pendidikan di Indonesia khususnya.
Yuk dukung program pembibitan Al-Qur’an bersama kami untuk mengahadirkan jutaan anak penghafal Quran lainnya (*)









Komentar