Sejak kondisi pandemi Covid-19 melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak hanya memporak porandakan perekonomian masyarakat. Bahkan, banyak warga mengurangi aktivitas di luar rumah tanpa terkecuali para kaum ibu-ibu.
Sehingga, tidak sedikit para kaum hawa menyibukkan diri mengisi waktu ditengah pandemi ini dengan berkreatif.
Seperti yang dilakukan salah seorang ibu Ida salah seorang warga Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, lebih memilih mengisi waktunya ditengah masa pandemi Covid-19 ini dengan bercocok tanam menanam tanaman hias diseputaran perkarangan rumahnya.
Hal tersebut dilakukan, selain dapat menyalurkan hobi, bercocok tanam menanam tanaman hias juga bernilai ekonomis membantu perekonomian keluarga ditengah masa pandemi Covid-19 ini, ucap Ida, Kamis (24/12/2020).
Banyak cara untuk mengisi waktu luang ditengah pandemi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Ibu paruh baya itu mengatakan, dari sejumlah tanaman hias yang ditanamnya diperkarangan rumahnya diantaranya daun bunga Air mata ibu, janda bolong, keladi bulan, keladi kobra, kelatea, kilo jari, gelombang cinta, sutra, bego nia lilin, rubi kamboja bangkok, thailand, kladium, pilo jari, lidah mertua, keladi keramik, rottondum aceh.
“Begitu pun, dari hasil bercocok tanam tanaman hias yang ditanamnya ditengah masa pandemi ini, tidak sedikit banyak warga yang datang untuk membeli tanaman hias nya. “Ada juga yang minta untuk dikirim keluar daerah dan juga sebaliknya sengaja didatangkan”, ujarnya.
Paling tidak, selain dapat mengisi waktu lebih sering dirumah juga dapat menghasilkan membantu perekonomian keluarga.
Dikatakan, dalam bercocok tanaman hiasnya menggunakan pupuk NPK dan Kandang serta memberi pengamanan seperti jaring dari ternak liar, dan pancaran sinar matahari secara langsung ketanamannya.
Disamping kesibukan sebagai ibu rumah tangga, Ida juga menyempatkan waktunya untuk berkreatif menanam tanaman hias ditengah masa pandemi Covid-19 ini.
Selain itu, Dewi warga Singkil lainnya, juga melakukan hal yang sama menanam tanaman hias diperkarangan rumahnya mengisi waktu luang ditengah pandemi Covid-19 ini.
Dewi menyebutkan, awalnya kegiatan yang ditekuninya itu berawal dari hobi dengan menanam hanya beberapa batang tanaman hias.
Seiring dengan waktu, usahanya menanam tanaman hias yang berawal dari hobi itu perlahan terus berkembang dan bertambah mulai dari tanaman lokal hingga didatangkan dari luar daerah karena mulai banyak orang mengagumi tanaman hiasnya.
Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap semua lini kehidupan terutama sektor ekonomi. Sebagai istri, mereka pun tak ingin pasrah saja mencoba kreatif dengan skill yang dimiliki.
(Pewarta : Erlangga)









Komentar