oleh

DPRD Jatim Dorong Khofifah Keluarkan Pergub Perfilman

Komisi B DPRD Jawa Timur meminta agar Gubernur Jatim segera mengeluarkan Pergub tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Perfilman di Jatim. Permintaan ini untuk memperkuat keberadaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 tahun 2014 Tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Perfilman Jawa Timur yang sudah disahkan pada 2014.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi mengatakan, seharusnya keberadaan Perda tersebut sudah ditindaklanjuti dengan membuat aturan dibawahnya yakni Pergub. Harapannya agar Perda tersebut fungsional dalam mendorong dan menfasilitasi berkembangnya industri film di Jawa Timur.

“Ketersediaan regulasi sangatlah penting, mengingat materi dalam Perda tersebuh sangat koprehensif mencakup kegiatan perfilman dan usaha perfilman. Maka dari itu sangat dibutuhkan oleh keseluruhan ekosistem perfilman mulai dari produser, pegiat, pasar dan masyarakat selaku konsumen.” Ungkapnya.

Menurutnya, untuk memajukan industri film setidaknya ada tiga syarat, yakni pertama tersedianya regulasi yang responsif dan akomodatif terhadap industri perfilman.

Kedua terbangunnya ekosistem perfilman yang sehat meliputi Pengembangan pasar (bioskop), peningkatan produksi (kuantitas dan kualitas) peningkatan kecerdasan masyarakat untuk mengapresiasi film, dan terakhir adalah terjalinnya sinergitas elemen terkait untuk memproduksi film.

Baca Juga  Chairunnisa, Sosok Perempuan Inisiator Yang Dapatkan Penghargaan Kementerian PPPA dan Pemkot Bengkulu

Apabila nanti Pergub sudah dikeluarkan untuk anggarannya bisa dimasukan Dinas Pariwisata Jatim dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Ia menambahkan, perlu juga digagas suatu konsep yang sifatnya menyeluruh, akomodatif dan antisipatif terhadap masa depan, karena industri film sangat dinamis dan cakupannya sangat luas.

Konsep tersebut mesti tertuang dalam semacam rencana induk pengembangan perfilman Jawa Timur, sehingga pengembangannya dapat bisa terarah dan terukur.

Baca Juga  Pempov Jatim Tak Penuhi Target Indikator Kinerja Utama

Daniel meminta agar semua pihak yang terlibat dalam industri ini perlu memberikan masukan pemikiran dan bersinergi dengan Pemprov Jatim. Dengan begitu, konsep yang dibuat dapat menjawab kebutuhan kekinian dan menjangkau masa depan, karena Industri ini sangat mendorong perekonomian dan sejalan dengan budaya atau gaya hidup kekinian yang disebut 4S. Yakni Sugar (kuliner), Skin (kencantikan), Sun (Pariwisata) dan Screen (Gadged/teknologi informasi).

(Pewarta : Supra)

Komentar

News Feed