Wacana kebijakan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang akan memulai kegiatan proses belajar mengajar secara tatap mendapat dukungan dari Komisi E DPRD Jawa Timur.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Putri Lestari mengatakan, pihaknya mengapresiasi wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dimana proses sekolah tatap muka dumulai tahun 2021. Pemerintah menilai siswa, terutama jenjang SMA dan SMK sudah memiliki kesadaran lebih tinggi dan ketahanan fisik di bandingkan siswa tingkat TK, SD dan SMP.
“Belajar secara tatap muka sebaiknya hanya untuk siswa SMA dan SMK. Kalau sekolah TK , SD dan SMP jangan dulu karena tingkat kedisiplinan soal menjaga protokol kesehatan masih kurang “, kata Hari Putri Lestari , di DPRD Jatim, Rabu (25/11/2020).
Politisi asal PDI Perjuangan ini menegaskan banyak di temui bahwa pelajaran yang melalui daring ( Online) juga banyak masalah. Seperti terkait dengan kuota , jaringan kemudian daya serap mata pelajaran tertentu yang dirasa harus di lakukan proses belajar secara tatap muka.
“Contoh mata Pelajaran fisika ,kimia maupun matematika jika diajarkan secara daring dibandingkan dengan secara tatap muka jelas berbeda. Belajar secara tatap muka lebih maksimal dan gampang di mengerti oleh siswa”, terangnya
Politisi asal PDIP itu berharap pada bulan Januari awal tahun 2021 mendatang sekolah -sekolah terutama di tingkat sekolah SMA dan SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur menyatakan sebagian Kabupaten/kota sudah siap asalkan harus ada persetujuan dari Dinas Pendidikan setempat , fasilitas sekolah, kelasnya layak dan yang paling penting kondisi fisik anak & dan ijin dari orang tua siswa.
“Proses belajar mengajar di kelas sebaiknya tidak boleh lebih dari 3 jam . Kapasitas kelas tidak lebih dari 50 % dari kapasitas jumlah siswa di kelas serta dukungan orang tua paling penting”, katanya.
Jika sudah mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, maka tidak ada salahnya proses belajar mengajar secara tatap muka bisa di lakukan pada awal tahun 2021. Khusus nya untuk tingkat SMA dan SMK sebab menjadi kebutuhan pendidikan agar belajar bisa lebih maksimal dan kualitas siswa lebih baik.
(Pewarta : Supra)









Komentar