Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar Syahrul Alim mengajak warga kota Blitar yang telah memiliki hak pilih untuk menyalurkan hak pilihnya pada 9 Desember nanti untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Blitar.
Syahrul merekomendasikan kepada warga pemilih untuk memilih calon pemimpin kota Blitar sesuai hati nuraninya, tanpa pengaruh politik uang atau intimidasi. Indikator program kerja, visi misi dan rekam jejak atau track record masing-masing pasangan calon (paslon), hingga perkembangan politik yang dilalui paslon, menurut Syahrul bisa dijadikan pertimbangan untuk menentukan pilihan.
“Demi kota Blitar yang lebih baik, mari tanggal 9 Desember nanti berbondong-bondong ke TPS salurkan hak pilih sesuai hati nurani,” kata Syahrul, Jumat (27/11/2020).
DPRD Kota Blitar, kata Syahrul, berkehendak partisipasi pemilih datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya bisa mecapai 75 atau hingga 80 persen. Pendapatnya, semakin tinggi prosentase partisipasi masyarakat saat menggunakan salah satu hak politiknya memperkuat Indeks Demokrasi kota Blitar.
Untuk menuju tingginya partisipasi pemilih, Syahrul mengapresiasi KPU, Bawaslu hingga Bakesbangpol-PBD Pemkot Blitar yang telah bekerja mensosialisasikan Pilkada Serentak tahun 2020 di kota Blitar untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Blitar periode 2021-2025.
“Kami juga berharap Pilwali ini akan berjalan dengan lancar, aman, kondusif dan konstitusional. Tolak Politik Uang, segala bentuk intervensi, dan intimidasi yang merusak nilai demokrasi dan kerukunan sosial di kota Blitar,” tegas politisi PDIP ini.
(Pewarta : Faisal NR)









Komentar