oleh

Kapolda: Pemberantasan kelompok intoleran jadi atensi Polda Jateng

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan pemberantasan kelompok-kelompok intoleran menjadi atensi bagi kepolisian di provinsi ini.

“Tidak ada tempat bagi radikalisme, terorisme, dan premanisme di Jawa Tengah,” kata Luthfi saat pemaparan evaluasi kinerja Polda Jawa Tengah selama 2020 di Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan kelompok intoleran menganggap musuh orang-orang yang dinilai beda pemahaman.

Baca Juga  Polda Jateng Berhasil Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal, Omzet Miliaran Rupiah

“Intoleran ini beda dianggap musuh. Naik jadi radikal kalau bisa mengganti dasar negara, naik jadi teroris kalau sudah menggunakan alat,” katanya.

Terhadap kelompok-kelompok intoleran ini, kata dia, sulit diidentifikasi jika belum ada perbuatan yang dilakukan.

“Kalau belum ada perbuatannya bukan tindak pidana. Kalau sudah ada wujud perbuatan, sudah masuk pidana,” katanya.

Baca Juga  Babinsa Koramil Toho Bagikan Masker di Desa Binuang

Oleh karena itu, menurut dia, Bhabinkamtibmas menjadi “leading sector” untuk melakukan upaya pembinaan

Ia juga telah mengingatkan para Kapolres untuk tidak memberi tempat bagi kelompok intoleran hingga premanisme tersebut.

Pewarta : Peni Kusumawati

Komentar

News Feed