oleh

Gaungkan Program One Day One Juz, Walikota ajak Seluruh Warga Mengaji

Sejak setahun terakhir banyak sekali terjadi bencana yang melanda seperti banjir, gempa termasuk Covid-19. Belum lagi cobaan-cobaan yang lain seperti PHK masal teehadap tenaga kerja/karyawan, perceraian suami istri dan lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu membuat program bagaimana agar semua masyarakat bahagia. Program yang dimaksud adalah program religius. Salah satunya One Day One Juz atau program Yuk Mengaji. Setiap hari minimal membaca Alquran 1 juz.

Program ini dimulai dari intern Pemkot Bengkulu, Selasa (2/3/2021). Walikota Bengkulu Helmi Hasan, wawali Dedy Wahyudi, Sesda dan seluruh OPD memulai membaca 1 juz di kantor/ruang kerja masing-masing. One Day One Juz ini menggunakan zoom meeting.

Baca Juga  Kemendagri Apresiasi Pemda, Vaksinasi Covid-19 Dilaksanakan Sesuai SOP

“Ini dalam momentum menyambut bulan suci Ramadhan dan juga momentum HUT Kota Bengkulu. Ditambah lagi dengan suasana-suasana saat ini, covid 19 yang belum berakhir, persoalan bencana gempa bumi, gunung meletus, banyak karyawan yang di PHK masal dan banyak perceraian. Ini juga yang membuat pemkot harus melakukan sesuatu untuk menghadirkan kebahagiaan di tengah-tengah masyarakat,” jelas Helmi.

Baca Juga  Bupati Lingga Resmikan Aliran Listrik dan Air Bersih di Pulau Lipan

Dikatakan Helmi, pemkot menerima masukan-masukan dari ulama, terutama MUI Kota Bengkulu untuk membuat program-program Bengkulu Religius, salah satunya program Yuk Mengaji.

“Program ini bukan hanya dilakukan oleh internal pemkot saja tapi juga oleh organisasi, swasta, sekolahan, kampus, rumah tangga, pokoknya semuanya.
Harapannya dengan mengaji ini Kota Bengkulu ini betul betul menjadi kota yang religius,” kata Helmi.

Baca Juga  Pemberian materi Wasbang, Babinsa Koramil 03/Kolam berikan materi PBB pada Securty di kecamatan Kotawaringin Lama

Helmi berpesan kepada warga yang belum bisa mengaji agar memulai untuk belajar. Termasuk PNS bahkan mungkin pejabat.

“Kalau belajar lama-kelamaan akan menjadi lancar. Makanya harus sering dibaca. Jangan malu untuk memulai, jangan malu untuk belajar. Saya juga belum begitu benar bacanya, masih terbata-bata. Tapi baca terus dan belajar. Lama-lama lancar dan fasih. Cari guru. Tiap kelurahan kita sudah punya Dai,” demikian Helmi.(MC)

Komentar

News Feed