oleh

Kasdim 1310/Bitung Hadiri Rapat Koordinasi Presiden RI Bersama Kepala Daerah dan Forkopimda

Kasdim 1310/Bitung, Mayor INF Hardi Gue, Mengikuti acara rapat kordinasi presiden RI bersama kepala kepala Daerah dan Forkopimda melalui aplikasi  Zoom Meeting, bertempat di lantai 4 kantor walikota Bitung, Kamis (29/4/2021).

Rakor yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, diikuti pula jajaran Forkopimda Bota Bitung antara lain, Sekot Kota Bitung Dr. Audy R .R Pangemanan, Kepala Pengadilan Negeri Bitung, Kadis Kominfo Bitung Frangky Sondakh, SE., Ak.M.Si., Dandim 1310/Bitung diwakili oleh  Kasdim Mayor Inf Hardi Gue, Kapolres Bitung diwakili oleh Wakapolres Kompol Pevly P., Para Kabag dan Kabid Kominfo serta Kepala Daerah se-Indonesia.

Dalam rapat yang berlangsung virtual itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan ada dua hal penting yang ingin penting dibahas. yakni berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi.

“Kenapa Covid-19? karena kita tahu perkembangan Covid-19 di India. Di India di bulan November menuju ke Oktober November dan Januari berhasil melandaikan curvanya dan kuncinya adalah mikro lockdown. Sehingga kita adopsi di tempat kita menjadi PPKM skala mikro, saat itu di India berhasil menurunkan hingga 10.000 kasus perhari,” jelas Presiden.

Namun menurut Presiden RI Bpk. Ir. Joko Widodo, terjadi lonjakan yang besar di India menjadi 350 ribu kasus aktif perhari.

“Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya, sekecil apapun kasus aktif yang ada di Provinsi dan di Kabupaten/Kota yang bapak, ibu pimpin jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angkanya atau kurva-kurvanya, ikuti harian dan begitu naik sedikit segerakan untuk ditekankan kembali agar terus menurun,” terangnya.

Baca Juga  Danramil dan Babinsa Kodim 1201/Mph Ikuti Sosialisasi Pembinaan Ketahanan Pangan

Lanjut Presiden, Menjelang libur panjang, Saya mengingatkan untuk selalu berhati-hati karena kemungkinan akan terjadi kenaikan kasus.

“Ingat, tahun lalu ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat yang dimana libur Idul Fitri tahun lalu naik sampai 93 persen, libur Agustus tahun lalu naik sampai 119 persen, libur Oktober naik 95 persen dan libur tahun baru kemarin naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu hati-hati,” tegasnya.

Berkaitan dengan ekonomi, tutur Presiden, dan melihat kondisi yang sekarang yang kita kerjakan dapat menekan lajunya penyebaran harian kasus Covid-19. Bulan Maret dan April ini sudah kelihatan ekonomi sudah hampir menuju pada kondisi normal, sehingga target kita secara nasional di tahun 2021 ini target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai dengan 5,5 persen itu bisa kita capai dan itu dimulai sangat tergantung sekali pada pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021.

“Artinya apa, April, Mei dan Juni ini sangat-sangat menentukan, kalau kita bisa menekan Covid-19 nya tanpa membuat goncangan di ekonomi maka inilah sebuah keberhasilan dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai, kalau itu bisa tercapai maka untuk kuartal yang berikutnya lebih memudahkan,” harapnya.

Ia mengajak kepada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota mempercepat belanja Pemda. Belanja APBD segerakan, karena angka-angka yang saya lihat yang tinggi itu baru belanja pegawai tetapi juga baru di angka 63 persen. Belanja modal per maret baru 5,3 persen, padahal yang namanya perputaran uang disebuah daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Kasdim 1310/Bitung Pimpin Rapat Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun 2021

“Saya sudah sampaikan kepada Mendagri untuk mengingatkan semua daerah agar mensegerakan belanja APBD, baik itu belanja aparatur dan belanja modal,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Staf Kodim 1310/Bitung Mayor Inf Hardi Gue menyampaikan, inti pada rapat tersebut, Presiden mengingatkan kepada para kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencegah terjadinya mudik lebaran karena dikhawatirkan bisa memicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Kita tidak ingin lonjakan kasus Covid seperti di India terjadi di Indonesia, seraya meminta agar semua pihak termasuk Kodim 1310/Bitung dan jajarannya, untuk tidak lengah dan melakukan berbagai cara dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga terjadi penurunan kasus Covid-19,” pungkas Kasdim.
Dukung Larangan Mudik, Danramil 1310-03/Likupang Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Kementerian Perhubungan

MINAHASA UTARA – Komandan Koramil 1310-03/Likupang Kodim 1310/Bitung Kapten Inf Djohn Datangmanis mengikuti Rapat Koordinasi terkait Penyeberangan Kapal Pelabuhan Fery tujuan Sangihe, Talaud dan Kep. Sitaro dalam rangka Mudik Lebaran tahun 2021. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Kementrian Perhubungan Laut Desa Munte Kec. Likupang Barat Kab. Minut, (29/4/2021).

Kementerian Perhubungan akan segera menerbitkan Peraturan Menhub (Permenhub) Pengendalian Transportasi pada masa Idul Fitri Tahun 2021. Peraturan ini sebagai dukungan sekaligus tindak lanjut terhadap larangan mudik yang sudah diumumkan pemerintah melalui Menko PMK, dalam rangka mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Kami tetap konsisten untuk melaksanakan kebijakan larangan mudik. Hari ini kami tengah melakukan Rapat Koordinasi terkait Penyeberangan Kapal Pelabuhan Fery tujuan Sangihe, Talaud dan Kep. Sitaro dalam rangka Mudik Lebaran tahun 2021,” kata Danramil 1310-03/Likupang Kapten Inf Djohn Datangmanis.

Baca Juga  Kasdim 1310/Bitung Bersama OPD Terkait Tinjau Lokasi Pelaksanaan TMMD Ke-111

Sebagai tindak lanjut hasil rapat Penanganan Covid-19 dan Rakor tingkat Menteri tentang Persiapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 pada tanggal 26 Maret 2021, Menko PMK telah mengeluarkan surat kepada para Menteri dan Kepala Lembaga pada 31 Maret 2021, yang berisi keputusan untuk meniadakan kegiatan mudik Lebaran tahun 2021.

“Larangan berlaku baik untuk aparatur sipil negara, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, larangan mudik akan berlaku pada 6-17 Mei 2021, sebelum dan sesudah tanggal itu, dihimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan ke luar daerah, kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak.

Menindaklanjuti keputusan larangan mudik tersebut, Kemenhub terus melakukan koordinasi intensif dengan Satgas Penanganan Covid-19, TNI/Plori, dan Pemerintah Daerah, dalam rangka penyusunan Peraturan Menhub tentang pengendalian transportasi di masa Idul Fitri tahun 2021.

“Jadi kami meminta masyarakat untuk tidak mudik pada tahun ini agar tidak terjadi hal yang kita tidak inginkan, yaitu terjadinya lonjakan kasus Covid-19,” ucap Danramil.

Turut hadir dalam rapat tersebut,  Kepala kantor kementerian perhubungan pelabuhan Likupang, M. Qowi, Komandan PKL Bakamla, Kolonel Laut Asep Budiman, Kepala kesehatan pelabuhan Munte, Richard, Dishub Minut Koorsatlefery, Rudi Rondonuwu, Kanit Sabhara Polsek Likupang,Ipda Tambunan, Dampak 101 Polair,Bripka Wahyudi, Babinsa Desa Munte Sertu Sharul Palagau dan Basarnas Pelabuhan Munte Nuriadin.

(Pewarta : Laode)

Komentar

News Feed