Bengkulu, Siberindo.co – Kenaikan harga telur yang melanda beberapa daerah di Indonesia juga dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong. Menurut salah satu pedagang, Susanti (43) jika biasanya harga telur di pasaran hanya Rp 40.000 hingga Rp 43.000 per karpet kini mengalami kenaikan hingga Rp 56.000 per karpet untuk telur dengan ukuran jumbo. Sedangkan telur ukuran sedang Rp 53.000 per karpet dan Rp 50.000 per karpet untuk ukuran kecil.
“Sekarang sudah naik drastis, sudah sekitar 1 minggu ini mengalami kenaikan. Kenaikan ini memang dari distributornya sudah mahal. Makanya kita juga ikut menjual dengan harga tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, kenaikan harga telur ayam ras yang cukup signifikan ini juga mendapatkan respon dari masyarakat yang memiliki usaha pembuatan kue. Salah satunya Nely (30) warga Kelurahan Pelabuhan Baru, menurutnya kenaikan harga telur ini mempengaruhi usahanya. Karena dalam sehari ia membutuhkan sekitar 5 karpet telur untuk membuat kue guna melayani pelanggannya.
“Sangat mempengaruhi banget (kenaikan harga telur), karena telur ini merupakan salah satu bahan pokok dalam pembuatan beberapa jenis kue. Kami berharap pemerintah memiliki solusi untuk mengatasi kenaikan ini,” harap ibu dua anak ini. (yon)










