Bengkulu, Siberindo.co – Pemkab Mukomuko terus gencar melakukan kegiatan dalam penanganan penurunan stunting. Dalam kegiatan sebelumnya telah diadakan rembug stunting yang dibuka langsung oleh Bupati Mukomuko. Dan guna mengevaluasi semua kegiatan yang dilakukan, Pemkab Mukomuko melalui DP2KBP3A mengadakan rapat dalam mengidentifikasi audit kasus stunting dan desiminasi audit kasus stunting yang berlangsung di Lantai dasar Gedung Bappelitbang Mukomuko, Senin (07/11/2023).
Wakil Bupati Mukomuko, Wasri yang sekaligus menjadi Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Mukomuko mengatakan penanganan Stunting ini harus dilakukan secara bersama-sama karna menyangkut lintas sektoral. OPD Dinas terkait dan Kepala Desa harus gotong royong dan bahu membahu agar penanganan stunting bisa mencapai target 10 persen dalam tahun ini. Setiap OPD harus melaksanakan sesuai dengan tupoksi masing masing terutama dalam mensosialisasikan bahwa Penanganan stunting ini sudah diatur dalam Perbup. Oleh karena itu jangan segan segan lagi dalam menganggarkan baik anggaran OPD maupun di APBDes di desa untuk mencantumkan dana penanganan stunting ini. “Mengenai legalitas formal dalam pengalokasian dana untuk stunting sudah diatur dalam Perbup. ayo kita bergotong royong bersama sama untuk Mukomuko bebas stunting, saya yakin dengan bersama sama seluruh elemen kita bisa mencapai target penurunan stunting 10 persen,” ajak Wasri.
Dalam arahannya, Ketua koordinator manager satgas Percepatan penanganan Stunting Provinsi Bengkulu, Yusran Fauzi mengatakan bahwa legal formal penanganan stunting telah diatur dalam Perpres nomor 72 tahun 2021 yang merupakan payung hukum bagi Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan Stunting yang telah diluncurkan dan dilaksanakan sejak tahun 2018 dan Peraturan BKKBN tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024. BKKBN pusat mendapat mandat dari presiden Jokowi dalam percepatan penurunan stunting saat ini.
Disampaikan Yusran Fauzi, saat ini sudah ada aplikasi Elsimil merupakan program dari BKKBN dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi edukasi dengan sistem elektronik siap nikah dan siap hamil yang menjadi prioritas program BKKBN.diharapkan setiap catin sudah mendaftarkan diri dalam aplikasi Elsimil 90 hari menjelang pernikahannya. Aplikasi ini sebagai bentuk skrining awal dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, perbaikan gizi bagi calon pengantin perempuan serta edukasi perilaku hidup sehat. Sasaran utama dari program ini adalah para remaja yang mau berumah tangga.
Lanjut Yusran Fauzi, didalam aplikasi Elsimil tersebut terdapat konten edukasi serta kuesioner seputar pencegahan stunting yang dapat dilihat pendamping keluarga. Pendamping keluarga sendiri terdiri dari unsur PKK, kader KB dan tenaga kesehatan. Yang kemudian pendamping keluarga tersebut akan memberikan penyuluhan/pendekatan kepada calon pengantin yang berisiko, seperti ibu hamil, ibu pasca salin dan ibu dengan balita.
“Faktor risiko yang dipantau antara lain status gizi (berat badan dan tinggi badan), status kesehatan, risiko terpapar asap rokok atau tidak dan usia calon pengantin perempuan,” sampai Yusran Fauzi.
Dalam acara ini juga di hadiri oleh Wakil Bupati Mukomuko,Wasri, Dandim 0428 MM ,Satgas dari provinsi , Babinsa,Kepala Puskesmas, Pendamping Desa,Bidan desa se-kabupaten Mukomuko, camat dari sekabupaten Mukomuko, kepala desa dan tim asesor KB.











