oleh

3 Pelajar Bawa Sajam Diamankan Polisi

Bengkulu, Siberindo.co – Kedapatan membawa memiliki, menguasai senjata tajam tanpa hak dan tidak sesuai dengan pekerjaannya, tiga orang pelajar yang masih dibawah umur tadi malam, Kamis (14/01/2021) diamankan Polres Kepahiang Polda Bengkulu.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman S.IK M.AP saat dikonfirmasi awak media menerangkan ketiga remaja ini berhasil diamankan saat berada di kawasan Komplek Perkantoran Pemda Kepahiang.

“Berawal dari kecurigaan Tim Patmor Kalong Jupi Sat Sabhara Polres Kepahiang yang sedang melaksanakan patroli, dan saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 1 (satu) bilah senjata tajam jenis celurit, 1 (satu) bilah palu dan 1 (satu) bilah obeng yang masing-masing diselipkan dipingang,” tegasnya sembari menambahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ketiga remaja ini kemudian dibawa ke Polres Kepahiang.

Baca Juga  Binrohtal Polda Bengkulu, Ustadz Ramli Angkat Tema Bahaya Judi Online dan Bangun Keluarga SakinahBENGKULU – Polda Bengkulu menggelar kegiatan pembinaan rohani dan mental bagi seluruh personelnya pada hari Kamis (12/12/2024). Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di beberapa tempat ibadah ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan personel, serta memperkuat tali silaturahmi antar umat beragama. Dalam tausiahnya di Masjid Al Amin, Ustadz Ramli, LC., memberikan peringatan serius mengenai bahaya judi online. Beliau menyampaikan bahwa judi online tidak hanya merusak ekonomi keluarga, tetapi juga dapat merusak hubungan sosial dan mental seseorang. “Judi online adalah jebakan setan yang harus kita hindari. Ini adalah penyakit hati yang sangat berbahaya,” tegas Ustadz Ramli. Ustadz Ramli juga menekankan pentingnya membangun keluarga sakinah, mawadah, warahmah. “Keluarga adalah pondasi utama bagi setiap individu. Dengan membangun keluarga yang harmonis, kita akan mendapatkan ketenangan hidup dan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya. Selain pembinaan agama Islam, kegiatan serupa juga dilaksanakan untuk umat beragama lain melalui zoom meeting. Wakapolda Bengkulu, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Pembinaan rohani ini sangat penting untuk menjaga moralitas dan profesionalisme personel Polri,” ungkapnya.

Ditanya terkait senjata tajam tersebut, ketiga remaja mengaku hendak berkelahi dengan seseorang sehingga setelah keluarga datang kita berikan pembinaan serta diperbolehkan pulang setelah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut pungkasnya mengakhiri.

https://www.wartaprima.com/list/latest-news

Komentar

News Feed