oleh

Kisah Penjual Kopi Ditengah Pandemi

Sejak mewabahnya virus corona (Covid-19) melanda, membuat hampir seluruh sektor terutama perekonomian merosot.

Sehingga, untuk mempertahankan usaha yang digeluti menghidupi keluarganya bertahan hidup, seperti pemilik warung kopi atau apa lainnya, harus tetap berusaha penuh kesabaran ditengah masa pandemi Covid-19 ini.

Pagi itu, disebuah warung yang terletak disalah satu titik pinggir jalan di Ibukota Kabupaten Aceh Singkil, terlihat seorang pria paruh baya sedang menikmati secangkir kopi sambil menunggu pelanggan.

Bang Adi sapaan penggelola salah satu usaha warung minuman dan makanan yang berada diibukota Kabupaten Aceh Singkil, mengatakan, semenjak masa pandemi Covid-19 ini ikut merasakan menurunnya omset penjualan.

Baca Juga  Kabupaten Tanjung Balai Karimun Alami Lonjakan Kasus Virus Covid-19

Sejak pandemi melanda diawal awal tahun 2020 ini, omzet penjualan nya terus menerus menurun, kisah Adi, Sabtu sore, 21/11/2020.

Kendati demikian, dimasa himpitan ekonomi  seperti saat ini, ia harus tetap bertahan mengelola usaha yang telah ditekuninya bertahun-tahun lalu dengan mengirit dan memangkas pengeluaran untuk usaha serta kebutuhan hidup sehari-hari.

Hal tersebut dipicu dengan pengunjung dan omzet pendapatan yang memang turun drastis sejak pandemi Covid-19 ini. Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya sumber pemasukan lain selain dari Warung.

Beruntung, ada salah satu anggota keluarganya  yang masih tinggal dengan merek sudah bekerja setidaknya dapat membantu biaya hidup.

Baca Juga  Upaya Melindungi Masyarakat Sekaligus Pengendalian Covid-19, Petugas Gabungan Berjaga di KEK

Pandemi Covid-19 dinilai telah memporak porandakan perekonomian masyarakat yang mengakibatkan omzet pendapatannya pun turun drastis. “Jangan untuk pulang modal, memenuhi kebutuhan sehari-hari saja saat ini sulit”, ungkapnya.

Keluhan serupa juga dirasakan penjual pulsa on line di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, pasca merebaknya virus corona omset jualannya menurun tajam.

“Biasa perminggu belanja pulsa sampai 5 juta, sekarang 1 juta saja lama habisnya. Pandemi Covid-19 cukup berpengaruh terhadap ekonomi konsumen,” ungkap Sahap salah seorang penjual pulsa.

Baca Juga  Polda Jateng Ungkap Pembunuhan Mayat di Lemari Hotel dalam 6 Jam

“Kalo memang pemerintah bisa merasakan langsung kesusahan yang kami rasakan saat ini, tentunya pemerintah daerah harus bergerak tidak hanya menjadi penonton. Kalau orang lain yang punya pekerjaan tetap dan memiliki penghasilan rutin perbulan mungkin tidak masalah, kami hanya cari untuk makan untuk menghidupi keluarga ,” ujar mereka.

Dengan kondisi saat ini mereka harus aktif mencari peluang usaha yang dapat menghasilkan pemasukan untuk membantu pendapatan memenuhi kebutuhan hidup.

Mereka berharap, semoga masa pandemi Covid-19 ini dapat Segera berlalu dan perputaran perekonomian masyarakat terutama menengah kebawah dapat kembali normal.

Komentar

News Feed